JEPARA, RADARPATI.ID – Puluhan anggota koperasi Mintorogo menghadiri Rapat Audiensi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Para anggota datang mempertanyakan nasib tabungan dan depositonya yang belum dapat cair. Hasil audiensi deadlock dan akhirnya penyelesaian akan dilanjutkan dalam rapat khusus.
Rapat audiensi ini dipimpin oleh Ketua Komisi B DPRD Nur Hamid sekaligus fasilitator audiensi, hadir juga perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Jateng.
Selain anggota koperasi Mintorogo, hadir juga direksi koperasi Mintorogo Cabang Demak, dan ketua pengurus koperasi Mintorogo Jepara.
Dalam rapat tersebut, Nur Hamid, Ketua Komisi B DPRD Jepara mengatakan ada tiga hal yang perlu dibahas: terkait keterbukaan koperasi, pengembalian uang, dan take over.
Pihaknya juga beberapa kali menanyakan prediksi pengembalian dana dari pihak koperasi.
Namun dalam rapat tidak semua dapat dibahas hingga akhirnya pihak pengurus dan anggota dipersilakan untuk melanjutkannya dalam rapat khusus.
Isnandar, koordinator Forum Komunikasi Anggota Mintorogo mengungkapkan pihaknya telah lama menanti transparansi dan kejelasan dari pihak koperasi perihal nasib anggota dan nasabah Mintorogo yang uangnya belum dapat cair.
Pihaknya menyayangkan pihak koperasi yang terkesan tidak transparan dan tidak terbuka atas apa yang terjadi di koperasi.
“Kenapa dari dulu tidak transparan. Total pembiayaan berapa, katanya ada pinjaman yang pakai sertifikat sekitar 2 miliaran, kami minta data. Neraca kerugiannya berapa. Kami butuh keterbukaan dan harus by data,” jelas Isnandar.
Sementara itu, Priyadi, Direktur Koperasi Mintorogo mengungkapkan pihaknya tidak pernah berupaya menutupi data.
Namun ada pembatasan dalam pembagian data karena pihaknya khawatir, data terkait pinjaman dan simpanan bisa disebar di media sosial.
Selain itu, pihaknya mengungkapkan akan ada pembentukan wakil anggota di setiap wilayah yang bisa mewakili pembahasan koperasi dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT).
“Kami terus menjaga agar tidak terjadi konflik. Nanti di wilayah lain ada komplain. Tolong jangan memberatkan kami. Kalau terus ada berita miring kami sulit bekerja. Kami sudah terima banyak pemanggilan dari Polda Jawa Tengah, Polres Jepara, Pati, Kudus, Demak. Karyawan kami pun banyak yang resign,” jelas Priyadi.
Ketua Pengurus Koperasi Mintorogo, Suwondo, mengungkapkan belum lama ini kantor koperasi Mintorogo di Demak juga terkena banjir.
Sehingga data administrasi ikut terkena air banjir dan tidak bisa diakses. Ia menambahkan, koperasi juga tengah menghadapi kredit macet karena tenaga koperasi yang di lapangan banyak yang mengundurkan diri. (nib/aua)
Editor : Achmad Ulil Albab