JEPARA, RADARPATI.ID — Bantuan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) saat ini masih dalam tahap penyaluran kepada keluarga penerima manfaat (KPM).
Namun, seiring perubahan data yang semula menggunakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menjadi Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), banyak laporan terkait penerima bantuan yang tidak tepat sasaran.
Ada yang oleh masyarakat dianggap mampu, ada yang pengusaha, bos, hingga ASN, namun menerima bantuan tersebut.
Salah satunya terjadi di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan. Petinggi atau Kepala Desa Tegalsambi Agus Santoso menceritakan, di desanya bantuan beras tersebut penerimanya relatif tepat sasaran.
Namun, rupanya adapula yang dianggap tidak tepat.
"Ada yang punya mobil, tapi kok menerima. Jumlahnya ada sekitar lima hingga sepuluh orang,” ungkap Agus kemarin (6/2).
Untuk mengatasi itu, pihaknya langsung mengalihkan bantuan tersebut kepada masyarakat yang lebih berhak menerima.
Kebetulan, pemerintah desa diberi kewenangan untuk mengalihkan penyaluran bantuan tersebut agar bisa tepat sasaran dan terserap sepenuhnya.
Laporan penerima bantuan sosial beras CPP itu juga telah diterima oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara.
”Kami kan juga ada grup, bersama dengan teman-teman desa. Ada informasi dari desa, ada ASN, perangkat desa, banyak juga yang sudah mampu. Istilahnya bos,” ungkap Kepala Dinsospermades Jepara Edy Marwoto melalui Kabid Pemberdayaan Sosial Fakir Miskin Isdiyanto Koesworo kemarin (6/2).
Ia menjelaskan, terkait bantuan yang dianggap tidak tepat sasaran, penerimanya berhak untuk diganti.
”Kalau laporan dari masyarakat, sejauh ini belum. Tapi rata-rata dari operator desa yang banyak menanyakan data itu dari mana. Karena itu tadi, banyak yang dianggap tidak layak (menerima bantuan, Red),” tandas sosok yang akrab disapa Anto tersebut. (rom/war)
Editor : Achmad Ulil Albab