JEPARA, RADARPATI.ID — Hujan lebat yang terjadi sejak Selasa (6/2) dini hari menimbulkan beberapa dampak di Kecamatan Donorojo.
Di antaranya adalah tanah longsor hingga angin kencang yang menerpa sebuah rumah.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, pertama kali bencana angina kencang lebih dahulu menerpa Kecamatan Donorojo Selasa (6/2) sekitar pukul 03.30 WIB. Tepatnya di Desa Ujungwatu.
Akibatnya, rumah milik Ahmad Sarip, 37, warga Dukuh Sidorejo, Desa Ujungwatu RT 3/RW 2, Donorojo rusak bagian atapnya.
Beruntung kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian materialnya ditaksir mencapai Rp 10 juta.
Usai angina kencang, giliran tanah longsor yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Lokasinya di Dukuh Guwo, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo.
Hujan yang terjadi sejak tengah malam mengakibatkan sebuah tebing dengan lebar 7 meter dan ketinggian 12 meter longsor.
Kejadian tersebut membuat akses jalan menuju Desa Blingoh tertutup dan hanya bisa dilewati motor.
”Saat ini sudah berhasil ditangani. Dengan penanganan manual,” ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto kemarin.
Ia menjelaskan, terkait potensi bencana di Kabupaten Jepara saat ini tergolong belum signifikan.
Meski begitu, saat ini status bencana di Jepara telah ditingkatkan dari semula siaga bencana, menjadi tanggap bencana. Itu berlaku hingga akhir bulan ini.
”Dasarnya memang selama Januari saja, sudah ada 30 lebih kejadian yang cukup membawa dampak. Berdasarkan info BMKG juga kan beberapa wilayah di Jepara ini kan curah hujannya cukup tinggi,” papar Arwin.
Dengan peningkatan status tersebut, menuurtnya bisa jadi opsi agar bisa melakukan penanganan lebih serius terhadap potensi bencana yang bisa saja terjadi.
Pihaknya pun turut menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrologis yang bisa saja terjadi saat cuaca ekstrem kali ini. (rom/war)
Editor : Achmad Ulil Albab