JEPARA, RADARPATI.ID – Hiu tutul beberapa kali dilaporkan terdampar di pesisir perairan Jepara, terbaru seeokor hiu tutul terdampar di muara Sungai Kali Wiso dekat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Kota Jepara, Sabtu (3/2).
Terungkap ada beberapa alasan yang menyebabkan hiu tutul mendekat ke are pantai. Sehingga itu kadangkala membuatnya terjerat jaring nelayan.
Seperti, perubahan suhu atau salinitas atau tingkat keasinan air laut secara frontal atau fluktuatif tinggi, hingga adanya perubahan pada zona feeding ground, juga gangguan saat migrasi.
Ikan hiu tutul itu, saat ini oleh Pemerintah ditetapkan sebagai fauna yang berstatus perlindungan penuh.
Seluruh bagian tubuhnya tidak diperkenankan untuk dimanfaatkan. Meskipun apabila menemukannya sudah dalam kondisi mati. Sehingga harus segera dimusnahkan.
Diberitakan sebelumnya, hiu yang bernasib malang itu sempat terjerat jaring nelayan.
Dari keterangan salah satu nelayan setempat Suryanto, ikan raksasa bernama latin Rhincodon typus itu terbawa jaring nelayang hingga area TPI Ujungbatu sekitar pukul 10.00 WIB.
”Dari tengah. Terbawa sampai pinggir,” ungkapnya.
Dari pantauan di lapangan kemarin, para nelayan beberapa kali berusaha untuk menariknya kembali ke tengah laut.
Namun upaya tersebut selalu gagal. Pasalnya saat itu kondisi perairan juga ombaknya besar.
Sehingga ikan dengan panjang sekitar 4 meter tersebut kembali terhempas ke perairan dangkal.
Hingga sekitar pukul 14.00 WIB ikan malang tersebut masih berusaha untuk dievakuasi. Pasalnya, kondisi tersebut diprediksi masih hidup.
Terdamparnya ikan malang itu juga menarik masyarakat untuk menonton.
Proses evakuasi ikan tersebut juga melibatkan sejumlah pihak. Mulai dari Polairud Jepara hingga relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara.
(rom)