Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Dinsospermasdes Jepara Tangani Anak Depresi karena Ortu Bercerai

Nibros Hassani • Jumat, 15 Desember 2023 | 08:22 WIB
Ilustrasi anak deperesi karena orang tua bercerai (Sumber foto: Freepik)
Ilustrasi anak deperesi karena orang tua bercerai (Sumber foto: Freepik)


JEPARA, RADARPATI.ID - Anak yang diduga sempat didiagnosa gangguan jiwa telah mendapatkan asesmen dari Kementerian Sosial RI.

Dari hasil pemeriksaan, penyebabnya bukan karena bullying. Melainkan depresi karena orang tua bercerai.

Sebelumnya sempat diberitakan, seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Batealit, Kecamatan Batealit tengah menjalani rawat jalan setelah diduga mengalami gangguan jiwa.

Korban ditemukan keluarganya suka tiba-tiba tertawa dan menangis sendiri tanpa sebab yang jelas.

Sebelum perawatan, korban mengaku kerap di-bully oleh temannya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermasdes) Jepara Edy Marwoto mengatakan pihaknya bersama Kementerian Sosial, Sentra Margo Laras Pati, Dokter Kejiwaan dan Psikolog RSUD Kartini telah melakukan asesmen kepada anak tersebut.

Dari hasil asesmen diketahui, terganggu jiwanya bukan karena bullying.

Dari penelusuran di sekolah juga, tidak terbukti kejadian bullying yang mengakibatkan anak gangguan jiwa.

Namun sang anak dipastikan sempat terkena depresi setelah perceraian orang tuanya.

“Setelah kami telusuri selama tiga hari berturut turut bersama Kementerian Sosial, anak mulai terkena depresinya itu dari perpisahan orang tuanya. Pemicu dia stres ini karena orang tuanya berpisah,” kata Edy.

Pihaknya juga turut memberikan pendampingan kepada anak, melalui perawatan konsultasi dan obat jalan, menggandeng psikolog dan psikiater dari RSUD Kartini.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Moh Ali melalui Kasi Perlindungan Anak Muji Susanto mengatakan kejadian ini bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Jepara.

Menurutnya, peran orang tua sangat penting bagi pertumbuhan anak.

Orang tua juga berperan sebagai teladan anak-anak.

Diketahui, korban anak di Desa Batealit, Kecamatan Batealit tinggal dengan ayah sambungnya.

Ia juga mempertanyakan peran dari ayah sambung juga patut dipertanyakan.

“Bapak sambung kalau bisa memerankan peran sebagai Ayah ya tidak masalah.

Tapi nanti kan kita lihat dari asesmen.

Melihat SDM-nya seperti apa. Temuan seperti ini ada.

Anak menjadi bagian dari keretakan keluarga. Jadi sasaran ego sektoris orangtuanya.

Selama ini bapak sambung yang bisa memerankan sebagai bapak keluarga jarang ditemukan,” jelasnya. (nib/war)

 

Editor : Alfian Dani
#jepara #anak depresi #kemensos ri #DP3AP2KB #dinsospermasdes jepara