JEPARA, RADARPATI.ID - Kekosongan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jepara akhirnya terisi.
Itu setelah Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta melantik 10 orang pegawai eselon II di lingkup Pemkab Jepara untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.
Uniknya, pelantikan tersebut digelar Rabu (13/12) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Diketahui, 10 JPTP itu meliputi jabatan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretariat Daerah dan Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah.
Lalu diikuti jabatan kepala dinas.
Meliputi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Daftar Nama yang Mengisi Kekosongan JPTP
- Sridana Paminto Kepala BKD Jepara
- Hasannudin Hermawan Kepala Bappeda Jepara
- Florentina Budi Kurniawati Kepala BPKAD Jepara
- Ali Hidayat Kepala Disdikpora Jepara
- Moh. Eko Udyyono Kepala Disparbud Jepara
- Aris Setiawan Kepala DLH Jepara
- Muh. Tahsin Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik
- Rini Patmini Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia
- dr. Tri Iriantiwi Direktur RSUD RA Kartini
- Muh. Ali Kepala DP3AP2KB Jepara
Selanjutnya ada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Kepala BKD, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Dalam mengisi kekosongan jabatan tersebut, Pemkab Jepara menggelar seleksi terbuka atau lelang jabatan yang diikuti para pegawai.
Hasilnya, sebenarnya akan dilantik 12 Desember lalu. Namun, hal itu urung terlaksana dan baru dilaksanakan keesokan harinya.
Baca Juga: Gus Mus Letakkan Batu Pertama Pembangunan STAINU, Akhirnya Rembang Punya Kampus Baru
Edy Supriyanta menjelaskan, mundurnya jadwal pelantikan itu lantaran izin pelantikan tersebut baru datang Rabu (13/12) lalu.
Itu pula yang jadi alasan pelantikan digelar malam hari.
”Memang jadwalnya 12 Desember. Namun demikian, kesibukan pimpinan kami di Jakarta, dan tadi (13/12) baru sempat ditandatangani, dan langsung dibawa ke Jepara. Jadi tidak ada masalah,” ungkap Edy.
Menurutnya, 10 pegawai eselon II yang diangkat untuk mengisi kekosongan JPTP merupakan yang terbaik dari proses seleksi panjang yang telah dilaksanakan.
”Mudah-mudahan bisa membawa Jepara lebih baik,” tandas Edy. (rom/war)
Editor : Alfian Dani