Tekan Inflasi, Pemprov Jateng Perkuat Intervensi dari Hulu hingga Hilir

Abdul Rochim • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 19:47 WIB
TURUN LANGSUNG: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berbincang dengan warga yang membeli cabai saat gerakan pasar murah di Kantor Dinpertan Jateng, Ungaran, Kabupaten Semarang. (PEMPROV JATENG UNTUK RADAR PATI)
TURUN LANGSUNG: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berbincang dengan warga yang membeli cabai saat gerakan pasar murah di Kantor Dinpertan Jateng, Ungaran, Kabupaten Semarang. (PEMPROV JATENG UNTUK RADAR PATI)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) bersama Bank Indonesia (BI) menggelar aksi peduli melalui gerakan pangan murah dan penyaluran bantuan.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus mengendalikan inflasi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jateng, Kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang. 

Sasarannya pedagang warung, pelaku katering, petani, dan masyarakat di Kabupaten Semarang serta Kota Semarang.

Baca Juga: Iqbal Al Ghuzat Pulang Kampung ke Persipa Pati, Suporter Diingatkan Momen Liga 3 Jateng 2018

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, pemerintah menggandeng BI, Bulog, petani, dan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas harga serta keterjangkauan bahan pokok.

Intervensi dilakukan menyusul kenaikan sejumlah komoditas, terutama cabai merah yang harganya mencapai Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per kilogram.

“Kerja kolaboratif ini, yang dijadikan sebagai role model, sehingga Jawa Tengah tetap menjadi provinsi yang inflasinya terkendali. Tidak hanya di Semarang, tetapi juga daerah lain, agar inflasi kita terjaga,” kata Luthfi saat membuka dan meninjau kegiatan tersebut.

Selain mengendalikan inflasi, kegiatan ini bertujuan mengantisipasi dampak El Nino atau kekeringan.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan beras, sarana perpipaan, serta rumah burung hantu untuk mendukung produktivitas pertanian.

Pada periode Januari-Oktober, produksi padi di Jateng diperkirakan mencapai 8,4 juta ton gabah kering giling (GKG), setara 4,9 juta ton beras.

Sementara produksi cabai diperkirakan mencapai 404,91 ribu ton dan bawang merah 408,76 ribu ton.

Luthfi menegaskan, pola tanam petani perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca dan program dinas terkait.

Upaya tersebut menjadi bagian dari pengendalian pangan dari hulu hingga hilir.

“Pola tanam petani juga disesuaikan dengan program dari Distannak. Karena El Nino inilah, kita harus mempunyai ide kreatif dalam pengendalian bahan pokok penting di wilayah dari hulu-hilir,” ungkapnya.

Sementara itu, Joko, pedagang nasi goreng, mengaku terbantu dengan gerakan pangan murah karena harga komoditas yang dijual lebih terjangkau.

Kenaikan harga bahan pokok sebelumnya turut memengaruhi omzet usahanya.

“Ini baru beli cabai 3 kg. Harga cabai di pasaran terakhir beli Rp65 ribu. Di sini dapat Rp45 ribu. Biasanya untuk buat sambal, saya butuh 5 kg untuk satu minggu. Sangat membantu sekali,” ujarnya. (lin)

 

Editor : Abdul Rochim
inflasi Jawa Tengah harga cabai Jateng bantuan petani El Nino gerakan pangan murah Ahmad Luthfi