Siswa SD di Pemalang Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Kakak Kelas

Abdul Rochim • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 16:47 WIB
Ilustrasi bullying atau anti kekerasan. (Magnific)
Ilustrasi bullying atau anti kekerasan. (Magnific)

PEMALANG – Seorang siswa kelas 2 SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, Muhammad Hasbi Al Aqib, meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026). Sebelum meninggal, korban sempat menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di RSUD dr. M. Azhari.

Keluarga korban menyampaikan bahwa sebelum kondisinya memburuk, Hasbi mengeluhkan sakit pada bagian perut dan kesulitan berjalan.

Kepada keluarga, korban juga sempat mengaku mendapat kekerasan dari sejumlah kakak kelas di sekolah.

Baca Juga: Video Dugaan Kekerasan Anak di Wirosari Viral, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Korban disebut mengaku dipukul dan ditendang, terutama pada bagian perut. 

Dugaan kekerasan tersebut disebut melibatkan tiga siswa yang duduk di kelas 5 dan 6.

Saat menjalani perawatan di rumah sakit, korban baru menceritakan dugaan kejadian tersebut kepada keluarganya.

Keluarga kemudian melaporkan dugaan kekerasan itu kepada kepolisian.

Polisi selanjutnya melakukan penyelidikan untuk mengetahui rangkaian kejadian serta memastikan penyebab meninggalnya korban.

Kasat Reskrim Polres Pemalang AKP M. Wildan Umar membenarkan adanya laporan terkait dugaan kekerasan yang dialami seorang anak dan berujung pada meninggalnya korban.

Untuk mengetahui penyebab kematian secara medis, jenazah korban telah menjalani autopsi di RSUD dr. M. Azhari.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan bahwa dugaan kekerasan atau perundungan di sekolah menjadi penyebab kematian korban.

Hubungan antara dugaan kekerasan dengan kondisi hingga meninggalnya korban masih menjadi bagian dari penyelidikan kepolisian.

Polisi juga masih memeriksa sejumlah pihak untuk mengungkap kejadian tersebut. Di antaranya teman sekelas korban, guru, serta pihak sekolah.

Kasus ini turut mendapat perhatian dari pemerintah pusat dan daerah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan akan meminta laporan lengkap dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Jawa Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang mengenai kasus tersebut.

Sementara itu, Plt Bupati Pemalang Nurkholes menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mentoleransi tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengawasan, seluruh sekolah di Kabupaten Pemalang nantinya diwajibkan memasang kamera pengawas atau CCTV.

Kasus tersebut juga menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai pemberian santunan sebesar Rp 3 juta kepada keluarga korban.

Dalam surat penerimaan santunan tersebut tercantum keterangan “penduduk miskin”.

Persoalan itu kemudian mendapat perhatian publik karena menyangkut aspek sensitivitas dan empati dalam pemberian bantuan kepada keluarga korban.

Hingga kini, Polres Pemalang masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh dugaan kekerasan yang dialami korban serta memastikan fakta-fakta terkait kematiannya. (*)

Editor : Abdul Rochim
siswa SD Pemalang meninggal dugaan bullying Pemalang kekerasan siswa SD Polres Pemalang SDN 1 Kebondalem