WONOGIRI – Menyusutnya volume air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri kembali memunculkan fenomena tahunan. Kompleks makam kuno yang berada di dasar waduk mulai terlihat, salah satunya di wilayah Kelurahan/Kecamatan Wuryantoro.
Sebagian struktur nisan dan bangunan makam masih tampak utuh. Namun, sejumlah bagian lainnya telah terkikis setelah puluhan tahun terendam air waduk.
Camat Wuryantoro Soemardjono Fadjari mengatakan, kemunculan makam-makam kuno tersebut merupakan fenomena yang berulang setiap musim kemarau.
Baca Juga: Video 21 Detik Dua Tenaga Pendidik Pekalongan Viral, Kepsek Dicopot
Meski demikian, belum seluruh kompleks makam terlihat tahun ini karena permukaan air WGM masih cukup tinggi.
"Setiap kemarau biasanya makam-makam itu mulai terlihat. Tapi baru sebagian, karena masih ada air," ujar Soemardjono, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi debit waduk yang masih cukup tinggi setelah musim penghujan sebelumnya.
"Penghujan kemarin kan membuat debit waduk cukup banyak. Jadi saat ini masih ada airnya," imbuhnya.
Secara historis, deretan makam tersebut telah ada jauh sebelum pembangunan WGM direalisasikan.
Ketika proyek pembangunan waduk mulai berjalan, masyarakat yang tinggal di kawasan terdampak mengikuti program perpindahan penduduk secara massal melalui bedol desa maupun transmigrasi.
Kini, setiap musim kemarau ketika permukaan air waduk menyusut, sebagian peninggalan makam kuno tersebut kembali terlihat dari dasar WGM.(*/him)