Taruna Akpol Meninggal di Gedung Hoegeng, Polisi Selidiki Penyebab Kejadian

Abdul Rochim • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Komplek bangunan Akademi Kepolisian (Akpol) berlokasi di Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang
Komplek bangunan Akademi Kepolisian (Akpol) berlokasi di Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang

SEMARANG – Seorang taruna Akademi Kepolisian (Akpol) ditemukan meninggal dunia di lingkungan Kompleks Akpol, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Kamis (30/7/2026) malam.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.

Korban diketahui berinisial AMM (19), taruna asal pengiriman dari Polda Papua Barat Daya.

Baca Juga: Kadinas hingga Sekda Akui Beri Uang Ulang Tahun dan THR untuk Fadia Arafiq, Begini Pembelaan Eks Bupati Pekalongan

Saat kejadian, korban bersama ratusan taruna dan taruni tengah mengikuti rangkaian kegiatan pendidikan sebagai persiapan latihan integrasi di Magelang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 340 taruna dan taruni telah menyelesaikan kegiatan pendidikan sebelum kembali ke Gedung Hoegeng untuk bersih diri, salat, makan malam, dan mengikuti apel pengecekan.

Pada pengecekan pertama usai makan malam, seluruh peserta dinyatakan lengkap.

Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, saat dilakukan pengecekan ulang, pengasuh mendapati satu taruna tidak berada di barisan sehingga dilakukan pencarian.

Tak lama kemudian, sekitar pukul 19.45 WIB, terdengar teriakan dari arah Gedung Hoegeng.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban terlihat berada di atas tembok pembatas lantai tiga gedung sebelum kemudian terjatuh ke bawah.

Korban yang menempati Kamar 37 di lantai tiga Gedung Hoegeng segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Akpol. Namun, tim medis menyatakan nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Petugas kepolisian kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Yulianto, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Memang benar tadi malam kurang lebih pukul 19.30 almarhum ditemukan di lingkungan Akpol dalam kondisi mengalami luka. Selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Akpol untuk mendapatkan penanganan medis. Namun yang bersangkutan tidak dapat tertolong dan kemudian dinyatakan meninggal dunia," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Yulianto menjelaskan, korban merupakan taruna yang baru mengikuti pendidikan di Akpol sebelum menjalani latihan integrasi bersama taruna TNI di Magelang.

"Iya, baru. Mereka pendidikan minggu ini di Akpol. Setelah itu akan bergabung dengan teman-teman Taruna TNI di Magelang," katanya.

Hingga kini, penyidik masih mendalami penyebab kejadian dengan meminta keterangan dari rekan-rekan korban serta pihak yang terakhir berinteraksi dengannya.

"Belum diketahui penyebab korban ditemukan dalam kondisi jatuh. Saat ini masih dilakukan pendalaman dengan menggali keterangan dari teman-teman korban, termasuk pihak yang berinteraksi dengannya," jelas Yulianto.

Terkait penyebab kematian, ia mengatakan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

"Sementara kami belum mendapatkan keterangan dari dokter yang menangani," tambahnya.

Saat ini jenazah korban berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Tengah untuk proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Makassar.

Polda Jawa Tengah juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap keluarga diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. (*/him)

 
 
 
Editor : Abdul Rochim
taruna Akpol meninggal Gedung Hoegeng Akpol Akpol Semarang taruna AMM polda jawa tengah