Ratusan Siswa SMKN 6 Semarang Alami Mual dan Diare Usai Santap MBG, Sampel Makanan Diuji Laboratorium

Abdul Rochim • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:52 WIB
Suasana SMKN 6 Semarang pasca peristiwa keracunan usai santap MBG, Jumat (31/7) siang. (Radar Semarang)
Suasana SMKN 6 Semarang pasca peristiwa keracunan usai santap MBG, Jumat (31/7) siang. (Radar Semarang)

SEMARANG – Ratusan siswa SMKN 6 Semarang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan yang muncul meliputi mual, diare, muntah, hingga pusing, sehingga sekolah memulangkan siswa lebih awal pada Jumat (31/7/2026).

Hingga siang hari, sekitar 690 laporan keluhan telah dihimpun melalui formulir daring yang disebarkan pihak sekolah.

Sejumlah siswa mendapat penanganan medis di lingkungan sekolah, sementara empat siswa dirujuk ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Ahmad Luthfi: Heritage Jawa Tengah Harus Tetap Lestari

Sekolah Koordinasi dengan Dinas Kesehatan

Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra, mengatakan dirinya sedang mendampingi kegiatan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) di Jakarta ketika menerima laporan dugaan gangguan kesehatan tersebut.

Meski berada di luar kota, ia langsung berkoordinasi dengan tim sekolah untuk memastikan penanganan terhadap para siswa berjalan cepat.

"Posisi saya di Jakarta karena mendapat tugas mendampingi LKS. Namun saya sudah berkoordinasi dengan tim sekolah dan menginstruksikan penanganan terkait indikasi keracunan," ujarnya.

Menurut Berti, pendataan masih terus dilakukan karena laporan siswa yang mengalami keluhan terus bertambah.

Tiga Ambulans Diterjunkan ke Sekolah

Setelah sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuhnya, sekolah segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan Puskesmas Halmahera.

Tiga ambulans bersama tenaga medis diterjunkan ke lokasi untuk memberikan penanganan kepada siswa yang mengalami gejala.

Selain tenaga kesehatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga tim penyedia MBG dari SPPG juga datang ke sekolah untuk melakukan penanganan awal.

Sebagian besar siswa yang mengalami keluhan ditangani di sekolah.

Namun, beberapa orang tua memilih membawa anak mereka ke rumah sakit karena khawatir terhadap kondisi kesehatannya.

"Kalau tidak salah sekitar empat orang dirujuk ke rumah sakit. Data masih terus berkembang," kata Berti.

Keluhan Muncul Sejak Kamis Malam

Berdasarkan pengakuan sejumlah siswa, gejala mulai dirasakan sejak Kamis (30/7/2026) malam, beberapa jam setelah mereka menyantap menu MBG.

Helena, siswi kelas XII Kecantikan 1, mengaku mengalami diare sejak malam dan baru mengetahui banyak teman sekelas mengalami keluhan serupa saat tiba di sekolah keesokan harinya.

"Semalam diare. Paginya saling tanya ternyata banyak yang mengalami hal yang sama," ujarnya.

Sekitar pukul 10.30 WIB, siswa yang mengalami keluhan diminta menuju ruang UKS untuk mendapatkan pemeriksaan.

Tak lama kemudian, sekolah mengumumkan pemulangan lebih awal sekitar pukul 11.00 WIB.

Siswa Soroti Kondisi Menu MBG

Menu MBG yang dikonsumsi siswa sehari sebelumnya terdiri atas ayam rendang dan sayur daun singkong.

Beberapa siswa menilai kondisi makanan kurang layak dikonsumsi.

Helena mengaku bagian dalam ayam masih tampak kemerahan sehingga diduga belum matang sempurna. Ia juga menyebut salah seorang temannya menemukan ulat pada sayur daun singkong.

Senada dengan itu, Aura, siswi kelas XI Busana 2, mengatakan sebagian besar teman sekelasnya mengalami sakit perut.

Menurutnya, sayur yang disajikan terasa kurang segar, sedangkan daging ayam masih tampak merah di bagian dalam.

Sampel Makanan Diuji di Laboratorium

Meski muncul dugaan keracunan makanan, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Pihak sekolah menyebut SPPG bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium.

"Kami masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebabnya," ujar Berti.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Jawa Tengah, Haris Wahyudi, membenarkan adanya laporan dugaan keracunan makanan di SMKN 6 Semarang.

Menurutnya, penanganan kesehatan terhadap para siswa menjadi prioritas utama sebelum penyebab pasti kejadian tersebut dapat dipastikan melalui hasil pemeriksaan laboratorium. (*/him)

 
 
 
Editor : Abdul Rochim
MBG Semarang dugaan keracunan MBG SMKN 6 Semarang siswa diare Semarang makanan bergizi gratis