Tak Hanya Atasi Banjir, Pemkab Pati Dorong Sungai Juwana Jadi Sumber Kehidupan Berkelanjutan  

Admin • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:16 WIB
Tak Hanya Atasi Banjir, Pemkab Pati Dorong Sungai Juwana Jadi Sumber Kehidupan Berkelanjutan
Tak Hanya Atasi Banjir, Pemkab Pati Dorong Sungai Juwana Jadi Sumber Kehidupan Berkelanjutan

 

PATI - Pemkab Pati terus mengawal percepatan penanganan banjir di Kecamatan Juwana melalui rencana sudetan Sungai Juwana sepanjang sekitar 11 kilometer.

 Komitmen tersebut ditegaskan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka Festival Kali Juwana ke-7 Tahun 2026 bertema Gerakan Budaya Ekologis, Sungai Waras, Masyarakat Waras di Sekretariat Jampisawan, Desa Gadingrejo, Kecamatan Juwana, Senin (27/7/2026).

 Langkah itu ditempuh melalui koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sebagai bagian dari upaya mengurangi dampak banjir yang selama ini menjadi persoalan masyarakat.

Chandra mengatakan Pemerintah Kabupaten Pati terus membangun koordinasi dengan BBWS agar pelaksanaan sudetan Sungai Juwana dapat segera direalisasikan. Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan penanganan sungai melalui normalisasi dan pengadaan alat berat.

 

Baca Juga: Launching E-Retribusi Pasar, Pemkab Grobogan dan Bank Jateng Percepat Digitalisasi

 

> "Kami terus berkoordinasi dengan BBWS untuk pelaksanaan sudetan Sungai Juwana, sekitar 11 kilometer agar dapat mengurangi dampak banjir di wilayah Juwana," ujar Chandra.

Ia menambahkan Sungai Juwana memiliki fungsi strategis bagi kehidupan masyarakat. Selain menopang sektor pertanian, sungai juga menjadi penopang perikanan, penyedia air bersih, sekaligus memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata apabila dikelola dengan baik.

> "Sungai ini adalah sumber kehidupan masyarakat. Karena itu, kelestariannya harus kita jaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang," kata Chandra.

Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu segera ditangani, mulai dari banjir, pendangkalan sungai, hingga pertumbuhan enceng gondok yang mengganggu aliran air.

Menurutnya, seluruh persoalan tersebut memerlukan kolaborasi lintas sektor agar penyelesaiannya lebih efektif.

> "Enceng gondok jangan hanya dipandang sebagai masalah. Tanaman ini bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan membuka peluang usaha bagi masyarakat," tambah Chandra.

Sementara itu, Ketua Jampisawan Sunadi menjelaskan Festival Kali Juwana ke-7 menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam membangun gerakan budaya ekologis untuk memulihkan Sungai Juwana. 

 

Baca Juga: Suzuki Shogun Kebo, Motor Bebek Legendaris yang Dijuluki Badak Jalanan, Kini Diburu Kolektor

 

Kegiatan tersebut, menurutnya, juga dirancang sebagai media edukasi lingkungan bagi generasi muda melalui rembuk lintas iman, pelatihan Biotilik, dan lomba poster lingkungan.

Festival Kali Juwana ke-7, selain dihadiri Plt Bupati Pati, juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Pati, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati.

 Ketua FKUB Kabupaten Pati beserta jajaran, perwakilan BirdLife Foundation Indonesia, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekda, para kepala OPD terkait, , para pemuka agama lintas iman, Camat Juwana, serta Ketua Jampisawan selaku penyelenggara kegiatan.

Editor : Admin
Juwana Pati dprd jateng Pemkab Pati