Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Profil Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Kepala Daerah Dua Periode yang Terjaring OTT KPK

Abdul Rochim • Jumat, 10 Juli 2026 | 08:24 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani. (DOK. JPR)
Bupati Sukoharjo Etik Suryani. (DOK. JPR)

SUKOHARJO – Nama Bupati Sukoharjo Etik Suryani menjadi sorotan publik setelah terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (9/7/2026).

Etik diamankan dari rumah dinasnya di Sukoharjo sebelum menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Solo selama sekitar delapan jam hingga Jumat (10/7/2026) dini hari.

Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan dan belum mengumumkan secara resmi konstruksi perkara maupun status hukum pihak-pihak yang diamankan.

Di balik kasus yang kini menjadi perhatian nasional tersebut, Etik Suryani dikenal sebagai politikus senior PDI Perjuangan yang telah memimpin Kabupaten Sukoharjo selama dua periode.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Etik Suryani Terjaring OTT KPK, Simak Daftar Harta Kekayaannya yang Capai Rp 9,11 Miliar

Lahir di Solo pada 15 Maret 1963, Etik menempuh pendidikan di SMP Negeri 9 Solo, kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 1 Kartasura dan lulus pada 1982. 

Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Surakarta pada 2010 dan meraih gelar Magister Manajemen dari STIE AUB Surakarta pada 2018.

Sebelum terjun ke dunia politik, Etik berkarier di sektor perbankan dan pernah menjabat sebagai kepala cabang bank.

Pengalaman tersebut menjadi bekal sebelum akhirnya aktif dalam kegiatan pemerintahan dan politik di Kabupaten Sukoharjo.

Nama Etik mulai dikenal luas saat mendampingi suaminya, Wardoyo Wijaya, yang menjabat sebagai Bupati Sukoharjo selama dua periode, yakni 2010–2015 dan 2016–2021.

Selama menjadi Ketua Tim Penggerak PKK dan Bunda PAUD Kabupaten Sukoharjo, ia meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional.

Beberapa penghargaan yang pernah diterimanya antara lain Manggala Karya Kencana dari BKKBN pada 2015, Anugerah PAUD Tingkat Nasional pada 2017, serta Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia pada 2019 atas kontribusinya dalam bidang kependudukan dan keluarga berencana.

Karier politik Etik dimulai saat maju dalam Pilkada Sukoharjo 2020 berpasangan dengan Agus Santosa.

Diusung PDI Perjuangan, pasangan tersebut memenangkan pemilihan dengan meraih 266.500 suara atau 53,34 persen suara sah.

Pada Pilkada 2024, Etik kembali maju sebagai calon bupati, kali ini berpasangan dengan Eko Sapto Purnomo dari Partai Gerindra.

Menghadapi kotak kosong, pasangan tersebut memperoleh 319.923 suara atau sekitar 66,76 persen suara sah sehingga kembali dipercaya memimpin Kabupaten Sukoharjo untuk periode 2025–2030.

Etik kemudian dilantik sebagai Bupati Sukoharjo periode kedua pada 20 Februari 2025.

Namun, baru memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya, Etik harus berhadapan dengan proses hukum setelah terjaring OTT KPK.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi tangkap tangan terhadap Bupati Sukoharjo tersebut.

"Benar," ujar Fitroh saat dikonfirmasi.

Meski demikian, KPK belum memberikan penjelasan mengenai dugaan tindak pidana yang sedang diselidiki maupun barang bukti yang diamankan.

Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan. (*/him)

Editor : Abdul Rochim
#Etik Suryani #KPK Sukoharjo #KPK OTT Etik Suryani #profil Bupati Sukoharjo #ott kpk