PATI – Upaya penanganan banjir rob yang selama ini merendam Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, mendapat kepastian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Perbaikan tanggul yang jebol telah disetujui dan akan menjadi langkah darurat untuk menghentikan masuknya air laut ke permukiman warga maupun area tambak.
Persetujuan tersebut disampaikan setelah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran Pemprov dan Pemerintah Kabupaten Pati meninjau langsung lokasi terdampak rob di Desa Tunggulsari.
Baca Juga: Pemprov dan Pemkab Pati Tangani Rob Tunggulsari, Prioritaskan Perbaikan Tanggul Jebol
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan terdapat empat titik tanggul yang jebol dengan total panjang sekitar 450 meter.
Kerusakan tanggul tersebut menjadi penyebab utama air laut masuk ke kawasan permukiman dan tambak warga selama beberapa waktu terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, perbaikan tanggul yang rusak menjadi prioritas utama dalam penanganan rob.
Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir.
“Untuk jangka panjang, kami merencanakan peninggian tanggul di sepanjang aliran sungai menuju laut. Namun saat ini prioritas utama tetap memperbaiki tanggul yang jebol,” ujarnya.
Menurut Chandra, peninggian tanggul sepanjang kurang lebih satu kilometer di sepanjang aliran sungai menuju laut diperlukan untuk mengurangi risiko luapan air saat pasang sekaligus melindungi permukiman dan tambak milik warga.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan banjir rob dan perbaikan infrastruktur menjadi salah satu prioritas pembangunan di Jawa Tengah pada tahun 2026.
Saat berdialog dengan warga, Luthfi memastikan bahwa usulan perbaikan tanggul telah mendapat persetujuan pemerintah provinsi dan segera direalisasikan.
“Jadi sudah deal ya. Perbaikan tanggul. Jadi bilang kepada masyarakat bahwa perbaikan tanggul sudah disetujui Pemprov Jateng,” kata Luthfi.
Ia juga memastikan pembangunan tanggul akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat. Langkah tersebut dilakukan agar air laut tidak lagi masuk dan menggenangi kawasan permukiman warga.
“Bulan depan sudah mulai ditanggul, ben ora banyune mlebet (biar airnya tidak masuk),” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemprov Jawa Tengah bersama Pemkab Pati juga berkomitmen memberikan berbagai bantuan kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi bantuan sosial hingga dukungan pendidikan bagi warga yang membutuhkan.
“Kalau kurang apa-apa, nanti kita bantu. Bantuan sosial ada, pendidikan ada, semua kita bantu di sini,” tambahnya.
Pemerintah berharap percepatan perbaikan tanggul dapat mengurangi dampak rob yang selama ini mengganggu aktivitas warga serta menjaga keberlangsungan usaha tambak di kawasan pesisir Tunggulsari. (adr)
Editor : Abdul Rochim