Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pemprov dan Pemkab Pati Tangani Rob Tunggulsari, Prioritaskan Perbaikan Tanggul Jebol

Abdul Rochim • Senin, 22 Juni 2026 | 17:27 WIB

Pemerintah Kabupaten Pati bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak menangani banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Pati pada Senin (22/6/2026). (PROKOMPIM PATI UNTUK RADAR PATI)

Pemerintah Kabupaten Pati bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak menangani banjir rob di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Pati pada Senin (22/6/2026). (PROKOMPIM PATI UNTUK RADAR PATI)

PATI – Pemerintah Kabupaten Pati bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan penanganan banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu.

Penanganan difokuskan pada empat titik tanggul jebol sepanjang sekitar 450 meter yang menjadi penyebab utama masuknya air laut ke permukiman warga.

Peninjauan lapangan dilakukan oleh Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra bersama Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan logistik bagi warga terdampak.

Chandra mengatakan, perbaikan tanggul yang rusak menjadi prioritas utama karena merupakan titik paling kritis penyebab banjir rob.

Baca Juga: Beasiswa Mahasiswa Pati Belum Cair Tiga Bulan, Disdikbud Jawab Begini

Selain itu, pemerintah juga mengidentifikasi kebutuhan penanganan lanjutan berupa peninggian tanggul di sepanjang jalur sungai menuju laut sekitar satu kilometer.

“Sekitar 450 meter tanggul harus segera ditangani karena menjadi titik yang paling mendesak,” ujarnya.

Sementara itu, Urip Sihabudin menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendapat mandat dari Gubernur untuk memastikan bantuan tersalurkan sekaligus meninjau langsung kondisi infrastruktur di lokasi terdampak.

Menurutnya, perbaikan tanggul jebol menjadi fokus penanganan jangka pendek.

Setelah itu, pemerintah akan menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang agar rob tidak terus berulang setiap tahun.

“Hasil pengecekan menunjukkan tanggul yang ada masih bisa dimanfaatkan dengan peningkatan kapasitas melalui pelebaran konstruksi,” katanya.

Selain memperbaiki infrastruktur, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan sektor tambak yang terdampak.

Pemkab Pati bersama BPBD telah mengusulkan bantuan kepada BNPB untuk para petani tambak yang mengalami kerugian akibat rob.

“Terkait kerugian petani tambak, data luasan dan dampaknya sudah kami laporkan sebagai dasar pengajuan bantuan ke BNPB,” kata Chandra.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan sekitar 20 ribu bibit yang nantinya dapat dimanfaatkan setelah kawasan tambak kembali pulih.

Dalam kunjungan tersebut, berbagai bantuan disalurkan kepada warga.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan 150 paket sembako, 200 paket makanan siap saji, air mineral, family kit, kasur, serta perlengkapan darurat lainnya.

BPBD Pati, Baznas, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Dinas Sosial juga turut menyalurkan bantuan kebutuhan pokok.

Karena tidak ada warga yang mengungsi, tenda darurat yang disiapkan sementara disimpan di BPBD Kabupaten Pati untuk digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam kondisi darurat.

Pemerintah Kabupaten Pati dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan koordinasi penanganan rob akan terus dilakukan hingga perbaikan tanggul terealisasi dan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat pesisir Tunggulsari. (aua)

 
 
Editor : Abdul Rochim
#rob Tunggulsari #banjir rob Pati #tanggul jebol Tayu #bantuan rob Pati #Pemprov Jawa Tengah