Pemprov Jateng akan Libatkan Banyak Pihak untuk Solusi Permanen Banjir Demak

Abdul Rochim • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 10:44 WIB

SIAPKAN SOLUSI: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengunjungi DesaTrimulyo, Demak, kemarin (7/4). (PROKOMPIM PEMPROV JATENG UNTUK RADAR PATI)
SIAPKAN SOLUSI: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengunjungi DesaTrimulyo, Demak, kemarin (7/4). (PROKOMPIM PEMPROV JATENG UNTUK RADAR PATI)

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah komprehensif untuk menangani dampak banjir di Kabupaten Demak, mulai dari tahap darurat hingga solusi permanen agar bencana serupa tidak terus berulang.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pemulihan rumah warga sekaligus memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah rawan.

“Sudah kita asesmen. Tinggal kita petakan lagi secara detail, kita hitung kebutuhannya apa saja.

Penanganannya tidak bisa sendiri, harus bersama-sama antara kabupaten, provinsi, dan juga pemerintah pusat,” ujarnya saat meninjau wilayah terdampak di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: WFH Jumat Diterapkan, Pemkot Semarang Kaji Pemangkasan Anggaran BBM

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta berbagai elemen masyarakat menjadi kunci agar persoalan banjir tidak terulang setiap tahun.

Selain perbaikan tanggul dan aliran sungai, percepatan rehabilitasi rumah warga juga menjadi prioritas utama.

Pemprov Jateng pun menggandeng berbagai pihak untuk mendukung percepatan pemulihan. Pendanaan berasal dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, Baznas, hingga PMI.

Sementara tenaga perbaikan rumah akan melibatkan relawan dari organisasi kemasyarakatan.

“Tadi kami sudah komunikasi dengan Ansor. Insyaallah Banser dari Jawa Tengah dan kabupaten akan membantu tenaga untuk perbaikan rumah warga,” jelasnya.

Sejumlah bantuan telah mulai disalurkan, di antaranya program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak tujuh unit.

Selain itu juga 127 paket sembako dari Baznas Jateng, serta bantuan senilai Rp 10.065.500 dari PMI Jateng.

Warga terdampak pun mulai merasakan manfaat bantuan tersebut. Ma’arif (39), salah satu korban banjir, mengaku kondisi saat ini perlahan membaik dibanding saat awal kejadian.

“Alhamdulillah bantuan sudah mulai terasa. Dari nasi bungkus, listrik sudah nyala, air bersih juga ada, sampai pembersihan lumpur,” katanya.

Meski begitu, kerusakan yang dialami warga tergolong cukup berat.

Rumah Ma’arif mengalami kerusakan sekitar 40 persen, sedangkan rumah orang tuanya hanyut terbawa arus. Banyak barang berharga juga hilang.

“Kalau rumah kayu seperti kami, satu unit bisa sekitar Rp80 juta. Itu belum isinya,” tambahnya.

Selain perbaikan rumah, warga masih membutuhkan bantuan untuk mencari puing-puing bangunan yang tertimbun lumpur pascabanjir.

Banjir sebelumnya melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo pada Jumat (3/4/2026).

Tanggul dilaporkan jebol di tiga titik, menyebabkan air meluap dan merendam permukiman di sembilan desa yang tersebar di empat kecamatan.

Yakni Guntur, Wonosalam, Karangtengah, dan Kebonagung.

Sebanyak 5.148 jiwa terdampak, dengan 2.867 orang sempat mengungsi.

Saat ini, tersisa 12 pengungsi yang masih berada di Madin Sindon.

Meski sebagian wilayah telah surut, satu titik tanggul yang belum sepenuhnya tertutup sempat kembali melimpas dan menggenangi Dukuh Solondoko.

Perbaikan darurat langsung dilakukan untuk mencegah kenaikan debit air.

Taj Yasin menegaskan pemerintah berkomitmen menghadirkan solusi menyeluruh agar banjir tidak kembali terjadi di masa mendatang.

“Yang paling utama adalah memastikan banjir ini tidak terjadi lagi. Itu yang sedang kita siapkan penanganannya secara menyeluruh,” pungkasnya.

Editor : Abdul Rochim
tanggul sungai tuntang Taj Yasin Maimoen bantuan korban banjir banjir demak pemprov jateng