JAKARTA — Pemerintah Jawa Tengah menyambut positif arus pemudik Lebaran 2026 yang menuju wilayahnya.
Selain menjadi momen berkumpul dengan keluarga, tradisi mudik juga dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan para pemudik.
Baca Juga: HASIL AKHIR Borneo FC Vs Persib Bandung 1-1: Solo Run Bekcham Lewati Nadeo tapi Gagal Gol
Mulai dari kesiapan infrastruktur, akomodasi, hingga dukungan bagi pelaku usaha kecil di daerah tujuan mudik.
Hal tersebut disampaikan Luthfi setelah melepas ribuan peserta program Mudik Gratis Jateng 2026 di Museum Purna Bhakti Pertiwi, kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, Jawa Tengah merupakan salah satu daerah tujuan mudik terbesar di Indonesia.
Selain itu, wilayah ini juga menjadi jalur utama perlintasan pemudik dari kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat menuju Jawa Timur maupun sebaliknya.
Baca Juga: Tiga Proyek Rehab Sekolah Dilaporkan ke Inspektorat Kudus, Diduga Tak Sesuai Spesifikasi
Karena itu, pemerintah berharap arus mobilitas masyarakat selama periode mudik dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, terutama melalui peningkatan transaksi di sektor perdagangan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Luthfi menjelaskan bahwa pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota hingga tingkat desa untuk memastikan kesiapan menyambut para pemudik.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum ini untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Ia juga mengajak para pemudik untuk berbelanja produk-produk lokal selama berada di Jawa Tengah, sehingga perputaran uang di daerah dapat meningkat dan memberi manfaat bagi pelaku UMKM.
Selain sebagai daerah tujuan, Jawa Tengah juga menjadi titik istirahat bagi para pemudik yang melakukan perjalanan jarak jauh.
Oleh karena itu, para pemudik diimbau memanfaatkan fasilitas yang tersedia, seperti rest area, hotel, maupun penginapan di sepanjang jalur mudik.
Berdasarkan perkiraan, arus mudik dan balik tahun ini diprediksi melibatkan sekitar 17 juta orang yang akan masuk maupun melintas di Jawa Tengah.
Sebagian di antaranya menjadikan provinsi ini sebagai tujuan akhir, sementara lainnya hanya melewati wilayah tersebut menuju daerah lain.
Dalam program mudik gratis tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama 35 kabupaten/kota, BUMD, serta sejumlah instansi menyediakan 348 armada bus.
Rinciannya, 325 bus diberangkatkan dari Jakarta dengan total 16.186 pemudik, serta 23 bus dari Bandung yang mengangkut sekitar 1.133 pemudik.
Selain melalui jalur darat, program mudik gratis juga menyediakan transportasi kereta api.
Rencananya, pemberangkatan peserta mudik menggunakan kereta akan dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Tengah pada Selasa, 17 Maret 2026, dengan total kuota sekitar 1.288 kursi.
Editor : Admin