PATI – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Bupati Pati Sudewo melakukan peninjauan langsung ke lokasi banjir di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus.
Luthfi menegaskan kebutuhan dasar harus terpenuhi, kelancaran aktivitas warga, terutama akses pendidikan bagi anak-anak sekolah dan ketersediaan bahan pokok.
Pihaknya berupaya memastikan agar masyarakat yang terdampak tidak terlantar.
"Kami memastikan masyarakat yang kena banjir ini tetap kita openi. Kita berikan bantuan dari Baznas, PMI, hingga Pemprov agar dampak ini bisa kita reduksi," papar Luthfi.
Diketahui bantuan yang disalurkan meliputi bantuan langsung, layanan kesehatan, bantuan KUBE, sembako, hingga obat-obatan.
Lebih lanjut Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa intensitas hujan tinggi telah mengguyur wilayah Jawa Tengah selama lima hari berturut-turut menjadi pemicu banjir dan tanah longsor di beberapa wilayah termasuk di Kabupaten Pati.
Terkait penanganan banjir ini, Luthfi menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pusdataru dan BBWS untuk melakukan rekayasa aliran sungai agar luapan air tidak mengganggu aktivitas warga.
Terkait status kebencanaan, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa hingga saat ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum menetapkan status darurat bencana.
Menurutnya, kondisi di lapangan masih bisa diatasi secara mandiri dan belum ada eskalasi pengungsian yang signifikan.
Diketahui banjir di Desa Banjarsari ini termasuk yang paling parah.
Kepala Desa Banjarsari, Sudiman, mengungkapkan bahwa kondisi banjir kali ini dipicu oleh luapan Sungai Silugonggo serta kiriman air yang sangat deras dari kawasan pegunungan di wilayah Gunung Panti, Godo, dan Sinomwidodo.
Wilayah ini termasuk daerah langganan banjir, tiap musim hujan selalu banjir bahkan hingga berbulan-bulan.
"Sebenarnya kami sudah antisipasi menaikkan jalan mulai dari 70 sampai 80 sentimeter, tapi karena curah hujan yang sangat tinggi, air tetap meluap dan masuk ke perkampungan," jelas Sudiman.
Data yang dihimpun total sebanyak 135 rumah terendam dengan ketinggian air di dalam rumah mencapai 30 hingga 40 sentimeter.
Jumlah warga yang terdampak sebanyak 673 jiwa. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab