PATI – Jalan Raya Pati – Tayu perlu dilakukan penanganan. Hal ini karena di jalan ini sering terjadi kemacetan.
Jalan yang merupakan aset provinsi itu memang dikenal padat dengan kendaraan. Baik kendaraan sepeda motor, hingga kendaraan truk-truk besar.
Bahkan di momen-momen tertentu kemacetan panjang sering kali terjadi.
Saat momen musim giling tebu misalnya. Banyak truk-truk tebu yang melintas di jalan tersebut.
Selain itu kendaraan besar lainnya seperti truk pengangkut ketela, hingga truk logistik proyek.
“Jalan Pati – Tayu memang perlu diperlebar dibeberapa bagian jalan memang sudah ada yang agak lebar, tapi sebagian juga ada yang sempit. Kebanyakan jalan yang sisi kiri dari Tayu ke arah Pati itu rusak, sehingga beberapa kendaraan memilih agak ambil ke kanan sedikit, nah itu semakin membuat kendaraan yang berpapasan jadi ngepres,” ungkap Anwar, salah seorang penggunan jalan asal Dukuhseti kepada Jawa Pos Radar Kudus.
Apalagi, lanjut Anawar, saat musim panen tebu, pengendara harus antre lama di belakang, karena tidak bisa mendahului. Akibat kondisi jalan yang sempit.
Hal senada diungkapkan Kamal Mustofa salah seorang penggunan jalan lainnya mengungkapkan kondisi jalan tersebut sebetulnya lumayan, namun perlu pelebaran.
“Karena dengan kondisi jalan yang seperti itu sudah tidak kuat menampung jumlah kendaraan yang ada, jalan ini terbilang sempit lebarnya sekitar 6 meteran, banyak kendaraan besar, truk maupun bus yang melintas. Jadi perlu dilebarkan lagi,” kata warga Tayu ini.
Terpisah Bupati Pati Sudewo mengaku sudah mengusulkan untuk pelebaran jalan provinsi Pati – Tayu tersebut. Menurutnya memang perlu ada peningkatan kapasitas di jalan tersebut.
“Jalan provinsi Pati – Tayu sudah kami usulkan ke Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Bukan perbaikan tapi pelebaran untuk peningkatan kapasitas sebagai akibat dari kemacetan lalu lintas," jelas Sudewo.
"Urgensinya peningkatan kapasitas. Jalan ini kewenangannya provinsi tapi masih nanti baru dipikirkan. Kalau yang akan segera dilakukan penanganan di ruas Puri – Tugu Bandeng bulan depan akan dilakukan penanganan,” pungkasnya. (aua)
Editor : Achmad Ulil Albab