SEMARANG, RadarPati.ID – Kemacetan di Jembatan Sukarela, yang menghubungkan wilayah Muktiharjo dan Genuk, semakin menjadi momok bagi warga.
Setiap pagi dan sore, antrean panjang kendaraan roda dua membuat warga kewalahan.
Bahkan harus berdesak-desakan hanya untuk keluar rumah.
Baca Juga: SPMB 2025 Semarang Bikin Geger! Murid Gagal Masuk Sekolah Negeri Bakal Dikirim ke Swasta Gratis?
Jembatan yang awalnya dibangun dari dana sukarela warga beberapa tahun lalu kini tak lagi mampu menampung volume kendaraan yang meningkat.
Meski sudah sempat ditinggikan pada 2022, lebarnya yang terbatas tetap menjadi sumber kemacetan.
Lebih parahnya lagi di jam-jam sibuk.
"Setiap pagi dan sore pasti macet, bahkan sampai menjelang petang. Banyak pengendara yang nekat menerobos," keluh Supono, warga Muktiharjo yang rumahnya dekat dengan jembatan, Selasa (11/3).
Ia berharap Pemkot Semarang segera melakukan pelebaran agar lalu lintas lebih lancar.
Senada dengan Supono, Satiman, warga RW 8, juga mengeluhkan kondisi lalu lintas di jembatan ini.
"Sering terjadi adu mulut karena pengendara saling serobot. Kalau ada kereta lewat, makin parah lagi macetnya," katanya.
Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum sebenarnya telah melakukan peninggian jembatan.
Hal tersebut dimaksudkan untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di musim hujan.
Namun, solusi ini belum cukup tanpa adanya pelebaran akses bagi pengendara.
Kini, warga hanya bisa berharap agar pemerintah segera turun tangan.
Sebelum Jembatan Sukarela menjadi titik macet yang semakin tak terkendali! (dka/him)
Editor : Abdul Rochim