Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Waduh, Balita 3,5 Tahun di Demak Terperosok ke Selokan dan Sempat Hilang

Zakarias Fariury • Jumat, 7 Maret 2025 | 01:23 WIB
NYUNGSRUK: Terlihat dari rekaman CCTV seorang balita terperosok kedalam got. (TANGKAPAN LAYAR CCTV)
NYUNGSRUK: Terlihat dari rekaman CCTV seorang balita terperosok kedalam got. (TANGKAPAN LAYAR CCTV)

RADARPATI.ID - Insiden tragis terjadi di Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Selasa (4/3/2025).

Seorang balita laki-laki berinisial M (3,5) terekam kamera CCTV tergelincir ke dalam selokan hingga terseret arus deras.

Peristiwa tersebut sontak mengundang kepanikan warga setempat yang berusaha menyelamatkan korban, namun derasnya aliran air membuat balita malang itu sulit dijangkau.

Detik-Detik Kejadian

Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat M tengah berjalan bersama dua temannya di tepi selokan.

Namun, di tengah perjalanan, korban tiba-tiba berbalik arah dan bermain air dengan kakinya. Diduga kehilangan keseimbangan, M pun terjatuh ke dalam selokan yang memiliki arus cukup deras akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut sebelumnya.

"Korban tampak bermain di pinggir selokan, lalu tergelincir dan tercebur ke dalam aliran air yang deras. Dalam hitungan detik, tubuhnya langsung hanyut dan menghilang dari pandangan," ujar seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

Beberapa warga yang berada di sekitar lokasi bergegas berusaha menyelamatkan korban. Namun, derasnya arus membuat tubuh kecil M dengan cepat terbawa aliran selokan, sehingga warga kesulitan untuk meraihnya.

Upaya Pencarian

Menyadari situasi darurat, warga segera berkoordinasi untuk melakukan pencarian di sepanjang aliran selokan.

Salah seorang saksi mata, Rusdi, menuturkan bahwa proses pencarian berlangsung cukup lama mengingat kondisi arus yang kuat dan berkelok.

“Kami langsung berusaha mencarinya, tetapi arus sangat deras. Warga menyisir sepanjang selokan dengan harapan bisa menemukannya secepat mungkin. Setelah beberapa waktu, akhirnya korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian,” ungkap Rusdi.

Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dan dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Namun, belum ada konfirmasi resmi mengenai kondisi korban saat ditemukan.

Peringatan bagi Warga

Insiden ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak yang bermain di sekitar aliran air, sungai, atau selokan.

Dalam kondisi hujan atau setelah hujan deras, arus air bisa menjadi lebih kuat dari biasanya dan berpotensi membahayakan.

Pihak berwenang setempat pun mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan keamanan lingkungan, terutama di kawasan yang memiliki aliran air terbuka.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain memasang pagar pengaman di sekitar selokan, memastikan anak-anak tidak bermain di lokasi berisiko tanpa pengawasan, serta memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai bahaya bermain di area tersebut.

"Kami mengimbau kepada warga agar lebih waspada dan menjaga anak-anaknya, terutama di musim hujan seperti ini. Arus air yang deras bisa menjadi ancaman serius jika tidak diwaspadai," ujar salah seorang petugas desa.

Kejadian ini menambah daftar panjang insiden serupa yang kerap terjadi akibat kurangnya pengawasan dan minimnya pengamanan di sekitar saluran air.

Semoga insiden ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih memperhatikan keselamatan anak-anak dan lingkungan sekitar. (uri/him)

 

Editor : Abdul Rochim
#demak hari ini #jateng #hilang #demak #balita #cctv