SEMARANG, RadarPati.id – Bakal ada yang berbeda dalam gelaran Pasar Imlek Semawis (PIS) 2025 ini.
Salah satunya, pengunjung wanita diminta untuk mengenakan kebaya, sementara untuk pengunjung pria menggunakan surjan atau sarung.
”Mangga dipakai, supaya nanti terlihat ribuan orang, puluhan ribu orang yang berkunjung ke Pasar Imlek Semawis terlihat berbondong, memakai kebaya dari berbagai daerah, berbagai budaya, bermacam etnis, karena kebaya maupun sarung batik merupakan simbol wujud keberagaman di tanah air,” terang Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim.
Pasar Imlek Semawis (PIS) 2025 , lanjut Harjanto, nantinya akan berada di sepanjang Jalan Wot Gandul, panitia akan menghadirkan beragam atraksi budaya, kuliner khas, hingga pernak-pernik khas Imlek.
Salah satunya jamuan Tuk Panjang hingga pembagian kantong imlek hoki yang menjadi simbol harapan dan keberuntungan bagi masyarakat di tahun baru.
”Di dalam kantong hoki ini, ada abu hio yang kami kumpulkan dari sembilan klenteng di Semarang, seperti Klenteng Pecinan, Bugangan, Tanah Mas, hingga Welahan. Abunya telah didoakan di Klenteng Tay Kak Sie, agar membawa berkah dan hoki bagi penerimanya,” jelasnya.
Gelaran tahunan Pasar Imlek Semawis ini, diharapkan meningkatkan kunjungan wisata dan mempererat hubungan antar sesama serta menyambut pergantian tahun baru. (dit/bas/amr)
Editor : Syaiful Amri