GROBOGAN - Dengan difungsikannya kembali perlintasan kereta api Gambringan menuju Gundih, membawa kabar baik.
Keberadaan KA Sancaka Utara yang melintasi jalur tersebut kembali beroperasi. Kali ini tak hanya sampai Jogjakarta namun diperpanjang sampai Cilacap.
KA Sancaka Utara Reborn ini bakal beroperasi mulai 1 Februari sesuai diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025.
Sebelumnya, KA Sancaka Utara sempat beroperasi pada 1 Desember 2019 dan berhenti beroperasi Maret 2020.
Akhirnya, kini kembali hadir dengan rute baru yang lebih panjang dan cakupan layanan yang lebih luas.
Tarif KA Sancaka Utara untuk kelas Bisnis mulai Rp 180 ribu sampai Rp 320 ribu. Serta kelas Eksekutif mulai Rp 265 ribu sampai Rp 480 ribu.
KA Sancaka Utara yang sebelumnya hanya melayani relasi Surabaya Pasarturi-Cepu- Gambringan-Gundih-Solo Balapan-Jogjakarta.
Kini diperpanjang hingga Kutoarjo-Kroya-Cilacap. Dengan jadwal perjalanan pulang-pergi (PP) setiap hari.
Untuk keberangkatan, KA Sancaka Utara relasi Surabaya Pasarturi-Cilacap ini sampai di wilayah Grobogan yakni Stasiun Kradenan pukul 10.15 WIB, Stasiun Gambringan 10.46 WIB dan berangkat dari Gundih pukul 11.13 WIB.
Sedangkan relasi Cilacap-Surabaya Pasarturi, tiba di Stasiun Gundih pukul 23.03 WIB, Stasiun Gambringan 23.29 WIB dan Stasiun Kradenan 23.59 WIB.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mengatakan bahwa pengoperasian kembali KA Sancaka Utara bertujuan untuk memberikan keragaman layanan transportasi kereta api sekaligus mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata di sepanjang jalur yang dilalui.
“Pengoperasian kembali ini tidak hanya memenuhi permintaan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal dan daya tarik wisata di wilayah yang dilintasi. Kami berharap layanan ini dapat menjadi pilihan utama bagi pelanggan,” jelas Franoto.
“Dengan pengoperasian kembali KA Sancaka Utara, KAI berharap dapat terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sekaligus mendukung konektivitas antar wilayah terutama wilayah Utara Pulau Jawa dengan Selatan,” tutup Franoto. (int)
Editor : Achmad Ulil Albab