SEMARANG, RADARPATI.ID - Bus Trans Semarang koridor 8 jurusan Simpang Lima - Cangkiran hangus terbakar di Jalan Raya Manyaran – Gunungpati, Kampung Getas, Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Rabu (13/11) sekitar pukul 09.20 WIB.
Sempat terdengar suara ledakan dari dalam bus tersebut saat terbakar.
"Iya, ada suara ledakan. Itu ban yang terbakar. Kalau penyebab kebakaran diduga korsleting arus pendek bagian bawah panel," ungkap Kapolsek Gunungpati Kompol Agung Raharjo.
Bis dengan plat nomor H 1572 AG tersebut dikemudikan oleh Yuli, 39, warga Perum Puri Lili Residen Boja, Kabupaten Kendal.
Sedangkan kondektur bernama Adi Satria Nuryanto, 30, warga Kaliwesi, Desa Ngareanak, Singorojo, Kabupaten Kendal.
Sebelum mengalami musibah terbakar, bus beroperasi dari Terminal Cangkiran menuju ke Terminal Gunung Pati setelah itu lanjut ke Simpang Lima, sejak pukul 07.00.
Setelah sampai Simpang Lima Semarang lanjut balik ke arah terminal Gunung Pati.
"Pada saat sampai di tikungan Desa Getas, saksi (sopir) melihat kepulan asap dari mesin bawah kabin dek panel samping sopir. Melihat asap tersebut, saksi kemudian menepikan bus di pinggir jalan karena sudah melihat percikan api," bebernya.
Setelah berhenti, sopir mengambil alat pemadam api ringan (APAR) untuk memadamkan api.
Namun api telah merambat dengan cepat. Segera saja kondektur menurunkan penumpang.
Setelah itu, kondektur minta bantuan ke Klinik Indosehat Prima untuk meminta bantuan APAR.
Setelah beberapa saat menyemprotkan APAR dan api tidak kunjung padam, akhirnya sopir melompat dari dalam bus dan keluar.
Setelah itu terdengar ledakan dari dalam bus dan terjadi kebakaran.
Beruntung, kejadian ini tidak ada korban luka.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka, nihil. Kerugian ditaksir Rp 300 juta," jelasnya. (mha/den/ton/zen).
Editor : Syaiful Amri