GROBOGAN, RADARPATI.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan memiliki beberapa perpustakaan Sekolah Dasar (SD) yang belum sesuai standar.
Tahun ini, setidaknya enam perpustakaan akan dilakukan rehabilitasi dan satu perpustakaan akan dibangun.
Kabid Pembinaan Sekolah Dasar (SD) M Irfan mengatakan, sampai saat ini masih banyak sekolah dasar yang belum memiliki gedung perpustakaan sendiri.
Selama ini, mereka menempatkanbertempat di ruangan dengan fungsi lain. Tak jarang keberadaan perpustakaan nebeng dan menempel pada gedung lain.
“Pendataan saat ini belum valid karena banyaknya jumlah SD di Kabupaten Grobogan.Rencana ke depan akan dilakukan validasi dan verifikasi data. Ini masih proses,” ungkap Irfan.
Menurutnya, setidaknya tahun ini ada pembangunan satu gedung perpustakaan di SDN 2 Godan Kecamatan Tawangharjo. Dengan nilai Rp 197 juta.
Sedangkan untuk rehabilitasi akan dilakukan di enam perpustakaan sekolah. Yakni, SDN 1 Klambu, SDN Gundi, SDN Kopek, SDN Werdoyo, SDN Karangpaing, dan SDN 4 Sugihan.
”Masing-masing kerusakan hampir sama yakni pada bagian atap, lantai dan dinding. Rata-rata rehab keseluruhan dengan total nominal Rp 600 juta,” ungkapnya.
Menurutnya, meski seluruh SD telah memiliki perpustakaan namun masih banyak yang belum sesuai standar.
”Kalau perpustakaan atau ruang baca memang semua sekolah punya, tapi belum sesuai standar. Masih kurang layak. Harusnya punya gedung sendiri. Masih banyak sekolah yang kurangnya ketersediaan lahan,” keluhnya.
Ia menambahkan, kriteria perpustakaan yang sesuai standar harus memiliki koleksi buku pengayaan dengan perbandingan 70 persen non fisik dan 30 persen fiksi.
Penambahan koleksi yang dilakukan setiap tahun. Sekolah juga harus memiliki gedung perpustakaan sendiri dengan luasan paling sedikiti 0,4 M2 x jumlah siswa. (int/ali)