Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Pembunuh Perempuan Bertato di Demak Dibekuk Polisi, Begini Awal Ceritanya

Wahib Pribadi • Sabtu, 20 Juli 2024 | 04:09 WIB
MUNCIKARI : Pelaku pembunuhan berinisial AE saat digelandang di Satreskrim Polres Demak Jumat (19/7). ( WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
MUNCIKARI : Pelaku pembunuhan berinisial AE saat digelandang di Satreskrim Polres Demak Jumat (19/7). ( WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK, RADARPATI.ID - Petugas Satreskrim Polres Demak berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap perempuan bertato mawar dengan inisial A, 15, warga Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Pelaku berinisial AE, 20, warga Desa Lempuyang, Kecamatan Wonosalam Demak.

Korban ditemukan tewas tengkurap di pekarangan warga di Dukuh Sindon, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak tiga hari lalu.

Kapolres Demak AKBP Muhamad Purbaya melalui Kasatreskrim AKP Winardi mengatakan, pelaku ditangkap Satreskrim bersama Polda Jateng di Tegal Kota saat perjalanan  naik truk trailer dari Demak.

Rupanya pelaku hendak melarikan diri ke Jakarta.

"Motif pelaku melakukan penganiayaan hingga korban meninggal adalah karena pelaku sakit hati lantaran korban saat open BO tidak mau melayani pelanggan sesuai perjanjian," katanya.

Korban sebelumnya telah berjanji mau memberikan layanan seksual seperti yang ditawarkan secara online melalui media sosial.

Sebelum kejadian, korban hanya melayani satu pelanggan.

Setelah itu, pelaku menawarkan pelanggan lagi namun korban tidak mau.

Saat diajak bicara, korban justru minta pelanggan lagi yang berbeda.

Tapi, saat dapat pelanggan, korban kembali tidak mau melayani juga karena mengantuk.

"Dari situlah, korban diajak pelaku naik motor ke pekarangan di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur dengan alasan mau bertemu teman. Saat lengah, korban dieksekusi," katanya.

Kepala dan wajah korban dipukul pakai kayu jati dan bambu. Kemudian, lengan korban juga ditusuk pakai gunting.

Akibat penganiayaan itu, tulang tengkorak dan rahang korban patah.

Korban akhirnya mengalami pendarahan yang menyebabkan meninggal di lokasi kejadian.

Ini karena korban tidak mau melayani pelanggan.

"Baru layanin satu pelanggan, setelah itu tidak mau. Padahal perjanjian kita layani tiga pelanggan. Tidak sesuai omongan," katamya.

Tersangka mengaku menjadi muncikari dengan menyasar para gadis yang mau diajak untuk menjadi pelayan seksual.

"Ini saya lakukan di sela waktu kalau ada permintaan atau ada yang mau kerja luar kota. Ini sampingan. Kerjaan saya si konter HP di Semarang. Saya cari pelanggan lewat facebook, IG, michat. Kenal korban di facebook dan open BO lewat aplikasi michat,"ujarnya.

Adapun, tarif open BO terendah Rp 200 ribu dan tertinggi Rp 550 ribu.

"Kalau pelanggan korban dari Demak sendiri. Mainnya di hotel di Demak. Saya dapat Rp 50 ribu dari tarif yang ditentukan," katanya. (hib/ton)

Editor : Abdul Rochim
#seksual #pelaku #ambarawa #semarang #jakarta #demak #pembunuhan #mucikari #tewas #korban #open bo #tegal