SEMARANG, RADARPATI.ID – Bursa bakal calon wali kota (bacawawali) Semarang terus bergerak dinamis. Para calon mulai bergerak antarpartai.
Politikus Partai Golkar Anang Budi Utomo, Jumat (17/5), menyerahkan berkas pencalonan ke DPC PDI Perjuangan Kota Semarang.
Sebelumnya dia juga telah mendapatkan surat tugas dari Partai Golkar.
“Secara resmi saya telah mendaftar. Sementara ini ke Partai Golkar dan PDI Perjuangan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
PDI Perjuangan dipilih lantaran Partai Golkar hanya mendapatkan empat kursi di Pileg kemarin.
Sehingga harus melakukan koalisi dengan partai lain, termasuk dengan partai berlambang banteng.
Anang mengaku telah menggandeng PKS. Secara tidak langsung, pihaknya juga akan mendaftarkan diri ke PKS.
“PDI Perjuangan pasti juga berkomunikasi dengan partai lain, semua akan berproses setelah rekom keluar, daftar KPU, tahapan itu pasti nanti akan terlihat arahnya seperti apa,” tambah sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang ini.
Alasan lain, lanjut Anang, PDI Perjuangan dikenal dengan partainya wong cilik. Ia mengaku sepaham dengan itu.
Menurutnya, pembangunan harus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Selama ini Golkar dan PDI Perjuangan telah berkerjsama dengan baik, kesejahteraan harus ditingkatkan dan kemiskinan harus ditekan,” bebernya.
Selanjutnya, pihaknya menunggu proses berjalan. Pendaftaran Partai Golkar juga terbuka untuk siapapun.
Selanjutnya, para calon akan digodok di tingkat kota, provinsi, dan rekomendasi akan diputuskan DPP.
“Saya yakin PDI Perjuangan maupun partai lain tahapannya seperti itu. Kami ikhtiar, taat asas, mengikuti ketentuan yang berlaku di partai masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Ade Bhakti Ariawan dianggap sebagai salah satu sosok kuat dalam Pilwakot 2024 yang akan digelar November mendatang.
Ade yang juga dikenal sebagai influencer memiliki elektabilitas 14,5 persen dari hasil survei The Republic Institute.
Di atasnya ada Wali Kota petahana Hevearita Gunaryanti Rahayu dengan 16,8 persen dan Anggota DPR RI Partai Demokrat Yoyok Sukawi dengan 15,8 persen.
Mantan Camat Gajahmungkur ini memiliki pengikut besar di media sosial.
“Sebagai seorang ASN, Ade ini dianggap sebagai ASN muda yang punya terobosan, responsif dan merakyat itu sangat diterima,” kata Peneliti The Republic Institute Sufyanto.
Dia menjelaskan, dari konteks sosial media, Ade memiliki follower yang cukup besar.
Bisa jadi follower tersebut berasal dari lingkungan sekitar atau warga Semarang.
"Kalau kita lihat dari tiga kandidat itu, dari perspektif riset saya, Ade punya kans sepanjang bisa menjaga ritme kehadirannya kepada masyarakat Semarang secara konsisten," tambah dia.
Pengamat Politik Undip Wahid Abdulrahman menjelaskan, kelebihan Ade dalam media sosial dan responsif terhadap permasalahan warga.
"Ade ini tepat jika mendaftar cawawali, misalnya untuk Yoyok ataupun petahana (Mbak ita)," bebernya. (den/ton/zen)
Editor : Abdul Rochim