Blora Entertainment Feature Grobogan Jateng Jepara Khazanah Kudus Kuliner Life Style Muria Raya Nasional Olahraga Pati Pendidikan Rembang Sepakbola Wisata

Stok Tambahan Elpiji di Ungaran Belum Keluar, Ini Penjelasannya...

Alfian Dani • Senin, 11 Maret 2024 | 09:42 WIB
BLUSUKAN : Bupati Semarang saat menyakan harga sembako kepada salah satu pedagang di Pasar Bandarjo Ungaran, Kabupaten Semarang.
BLUSUKAN : Bupati Semarang saat menyakan harga sembako kepada salah satu pedagang di Pasar Bandarjo Ungaran, Kabupaten Semarang.

UNGARAN, RADARPATI.ID - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Semarang melakukan pemantauan harga pokok di pasar tradisional Jumat (8/3/2024).

Tidak hanya itu, pasokan gas elpiji juga masuk dalam monitoring yang dilakukan di Ungaran.
 
Sebelum menuju ke Pasar Bandarjo, Bupati Semarang Ngesti Nugroho dan TPID Kabupaten Semarang melakukan pantauan ke agen gas elpiji di Jalan Ahmad Yani, Ungaran Barat.

Untuk memastikan kondisi pasokan gas elpiji masih tersedia.

Manajer PT Mukti Abadi Santoso, Deru Prayitno mengatakan, menjelang Ramadan kebutuhan gas elpiji bisanya meningkat.

Namun Pertamina selalu menyediakan stok pasokan, namun saat ini masih belum keluar. 

Sementara itu, pedagang beras Pasar Bandarjo, Rahmad menyebutkan saat ini pasokan beras di pasar masih terbilang aman.

Harga beras juga sudah berangsur menurun sejak tiga hari lalu. 

"Saat ini beras premium Rp 15 ribu/kg dan beras medium Rp 13 ribu/kg hingga Rp 14 ribu/kg," katanya.

Mendekati bulan puasa ini, masih belum ada peningkatan permintaan, bahkan mengalami penurunan.

"Dalam sehari biasanya menjual 5-7 kuintal beras. Jika ada pesanan bisa mencapai 1 ton," jelasnya. 

Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang ikut dalam pemantauan bahan pokok tersebut memberikan perhatian pada pasokan gas elpiji. Terutama perubahan distribusi saat hari libur.

"Harapan kami, meski hari libur stok tetap aman. Jangan sampai hari libur tidak di-dropping, tetapi stoknya tidak ditambah di hari biasa," ungkapnya.

Kemudian, pemantauan dilakukan di Pasar Bandarjo terkait \harga sembako. Di antaranya harga beras, cabai, telur, dan juga daging.

Kali ini harga cabai rata-rata mengalami kenaikan Rp 5 ribu untuk semua jenis. Harga telur ayam masih tinggi di kisaran Rp 29 ribu hingga Rp 31 ribu/kg.

Sementara harga minyak masih stabil meskipun minggu kemarin mengalami kenaikan.

"Dalam satu minggu ini relatif stabil, meski ada kenaikan sedikit. Tapi satu minggu terakhir ini harganya stabil," lanjutnya.

Untuk daging sapi masih normal antara Rp 130 ribu hingga Rp 135 ribu/kg. Namun daging ayam mengalami kenaikan hampir Rp 10 ribu dalam satu minggu terakhir. 

Pihaknya akan menindaklanjuti hasil pemantauan dengan rapat koordinasi. Kemudian mempersiapkan pasar murah di setiap kecamatan.

"Kami baru koordinasi dengan Bulog Kabupaten Semarang terkait ketersediaan beras dan minyak untuk pasar murah," jelasnya.

Ngesti berharap rencana tersebut bisa terealisasi. Bahkan pihaknya sudah menyiapkan sembako murah sekitar 19.182/paket dengan anggaran kurang lebih Rp 2,8 miliar menjelang Lebaran nanti. 

"Dalam rangka menekan inflasi di Kabupaten Semarang, kami menyiapkan anggaran tahun 2024 sekitar Rp 74 miliar yang terbagi dalam beberapa kegiatandi instansi terkait," pungkasnya. (nun/ida/zen/ade)

Editor : Alfian Dani
#semarang #Ungaran Barat #ungaran #stok #elpiji