SEMARANG, RADARPATI.ID - Setiap kecamatan di Kota Semarang diharapkan tersedia rumah sakit (RS). Baik itu RS milik pemerintah maupun swasta.
Tujuannya untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan kesehatan.
Demikian dikatakan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.
Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes), untuk melakukan mapping kecamatan mana yang belum memiliki rumah sakit.
“Supaya kalau ada permohonan izin pendirian RS bisa diarahkan ke wilayah yang belum punya faskes,” katanya usai meresmikan RS Tipe D Cepoko di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (7/2).
saat ini di Kota Semarang total ada 34 RS. Mbak Ita berharap setiap kecamatan memiliki rumah sakit agar pelayanan kesehatan bisa terlayani dengan cepat.
“Misalnya, di Kecamatan Tembalang ada RSWN, RS Unimus, RS Primaya, dan kami akan dorong untuk wilayah yang masih kurang fasilitas kesehatan agar merata,” jelasnya.
Pelayanan kesehatan, lanjut dia, tidak hanya tanggung jawab pemerintah, peran dari stakeholder untuk membuat faskes juga diperlukan.
Menurutnya, hadirnya RS Cepoko memberikan kemudahan masyarakat Semarang namun juga wilayah Boja dan Ungaran.
Komisaris Rumah Sakit Cepoko, Anang Budi Utomo mengatakan, pembangunan RS ini telah melalui studi kelayakan.
Kecamatan Gunungpati belum ada RS, sehingga kalau ada warga sakit mereka larinya ke RSUD di Kabupaten Semarang di Ungaran.
Atau ke bawah jaraknya paling dekat itu 10,2 km.
“Padahal kalau orang sakit butuh pertolongan cepat harus lebih dekat jaraknya,” katanya.
Direktur RS Cepoko, Muhammad Ridwan menyebut, RS ini melayani rawat jalan, IGD untuk emergency, dan poliklinik.
Poliklinik yang ada cukup lengkap, mulai dari poli bedah, mata, gigi, dan penyakit dalam, sesuai dengan standar. (den/ade)
Editor : Alfian Dani