PATI, RADARPATI.ID – Data statistik tenaga kerja sector pertanian menurun. Hal ini terjadi lantaran berkembangnya sektor perindustrian di Kota Mina Tani dalam beberapa tahun belakangan.
Saat ini tersisa 191 ribu rumah tangga pertanian (RTP) di Kabupaten Pati.
”Dari data ini artinya dari anggota rumah tangga yang bergerak di sektor pertanian mengalami penurunan. Seperti misalnya awalnya ada bapak dan anak, kini hanya satu orang saja,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pati Bob Setiabudi.
Lebih lanjut, penurunan RTP sebesar 15,28 persen dibandingkan sensus pertanian tahun 2013 lalu. Pada saat itu, RTP di Kabupaten Pati masih di kisaran 268 ribu.
“Tak hanya RTP. Unit usaha pertanian juga menunjukkan penurunan dibandingkan ST 2013. Pada saat itu, unit usaha pertanian di angka 189 ribu. Kini, menjadi 185 ribu atau menurun sekitar 2,5 persen,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Bob Setiabudi menilai penurunan minat disektor pertanian ini dipicu berbagai penyebab.
Salah satu penyebab terbesar yakni, masyarakat mulai tertarik bekerja di sektor industri dibandingkan pertanian.
”Seperti di Sukolilo. Di sana sudah banyak beralih ke pembuatan triplek mentah. Itu kan sudah termasuk industri. Kemudian konveksi. Orderannya sudah sampai ke Jakarta. Jadi sekarang sudah banyak masyarakat Pati yang beralih ke sana (industri),” paparnya.
Berdirinya sejumlah industri ini juga dinilai mengurangi lahan pertanian di Kabupaten Pati, selain pembukaan pemukiman atau perumahan baru.
Hal ini membuat, lahan garapan juga semakin berkurang.
Pemkab Pati harus serius mengatasi tren penurunan minat menjadi petani ini.
Bila tidak ada keseriusan pemerintah untuk memacu minat masyarakat menjadi petani, Pati Bumi Mina Tani hanya menjadi semboyan semata.
”Kalau tidak ada intervensi dari pemerintah, minat menjadi petani akan semakin berkurang,” pungkasnya. (aua/him)
Editor : Abdul Rochim