REMBANG, RADARPATI.ID – Reaktivitas jalur kereta api masuk ke Rembang terus digodok.
Nantinya, jalur tidak melalui jalur selatan melainkan melintasi pantura. Kendala utama saat ini yakni terkait rencana pembebasan lahan.
Sebelumnya pembahasan jalur ini sudah dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Rembang, Fahrudin dan Dinas Perhubungan Rembang beserta OPD lainnya.
Saat itu agendanya pembahasan penyerahan terminal di Lasem.
Sekaligus ke depan juga tentang reaktivasi jalan kereta api Semarang sampai Rembang yang saat itu diutarakan Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Rembang Drupodo menyebutkan reaktivasi kereta api memang akan menggunakan jalur pantura.
Ini juga barangkali untuk menghidupkan pula pelabuhan.
”Tidak jadi jalur selatan. Lewat pantura, melewati Bonang sampai Tuban,” ungkapnya.
Soal kapan reaktivasi, Drupodo mengaku sampai saat ini belum ada kepastian.
Namun hasil pertemuan, menyebutkan jika pembebasan lahan beres, mungkin akan lebih cepat.
“Kapan pastinya belum, kita juga belum tahu kapan pembebasan lahannya,” katanya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (25/12/2023).
Terlepas kapan direalisasikan jelasnya reaktivasi kereta api disambut positif.
Terutama bila jalan lingkar Rembang-Lasem jadi.
Lalu ada jalan tol diteruskan dari Demak. Kemudian pengembangan pelabuhan Rembang (Sluke).
”Lasem bisa jadi simpul. Kendaraan besar tidak lagi masuk kota Pusaka. Berkembang lebih besar untuk wisata,” imbuhnya. (noe/ali)
Editor : Achmad Ulil Albab