BLORA, RADARPATI.ID – Kabupaten Blora kini miliki rumah potong hewan (RPH) Ruminansia modern yang sudah siap beroperasi. Tepatnya di Jalan Blora - Randublatung Km 3, Desa Kamolan, Kecamatan Blora Kota. Tepatnya 100 meter sebelah Selatan Pasar Induk Sido Makmur.
Hal tersebut merupakan pencapaian setelah puluhan tahun bergantung pada rumah jagal tradisional di Jalan Sumbawa, Kelurahan Jetis, Blora Kota. RPH Ruminansia itu bisa digunakan untuk menyembelih sapi dan hewan ruminansia lainnya.
Secara simbolik, peresmian itu dilakukan Bupati Blora Arief Rohman. Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng, pemotongan pita di akses pintu masuk sapi dan penandatanganan prasasti.
Tak hanya itu, juga dilakukan demo terkait operasional RPH tersebut. Mulai dari sapi masuk, disembelih, dikuliti, dipisahkan organ dalamnya hingga pemotongan daging dan tulang. Dan sampai siap didistribusikan ke pasar.
Bupati Blora Arief Rohman menyatakan bersyukur atas diresmikannya RPH modern yang memang sudah lama dinantikan masyarakat.
Menurutnya, bangunan RPH tersebut dibangun dengan APBN. Dan sudah selesai awal tahun. Namun untuk menyiapkan operasional butuh pengurusan izin sertifikat layak fungsi, termasuk nantinya juga diurus sertifikat halalnya.
"Dengan peresmian ini, maka rumah jagal atau jagalan yang berada di Jl. Sumbawa Kelurahan Jetis akan ditutup permanen. Setiap hari penyembelihan sapi akan dilakukan di sini," terangnya.
Menurutnya lokasi RPH Ruminansia modern yang baru diresmikan itu lokasinya juga lebih strategis. Lantaran letaknya lebih dekat dengan pasar, lebih bersih, dan jauh dari pemukiman.
"Selain untuk penyembelihan hewan umum, nantinya juga akan dipakai saat penyembelihan hewan kala Idul Adha. Izin operasional dan pengelolaan limbahnya sudah siap," jelasnya.
Plt. Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora, Ngaliman, SP menyampaikan, operasional RPH Ruminansia Modern di Selatan Pasar Induk Blora akan langsung dibuka Selasa (19/12).
"Hari ini diresmikan oleh Bupati, dan besok Selasa (19/12/23) akan langsung dibuka untuk penyembelihan. Dengan demikian rumah jagalan di Jetis akan langsung ditutup," papar Ngaliman.
Dikatakan, untuk tahap awal diperkirakan kapasitas RPH Blora yang baru dapat menyembelih sekitar 10 ekor sapi. Tenaga jagal dari RPH lama diakomodir untuk ikut menjadi tenaga penyembelihan.
"Terima kasih kepada Bupati dan jajaran yang terus mendukung pembangunan RPH ruminansia modern ini. Selain RPH Ruminansia, kami juga sedang menyiapkan RPH untuk khusus unggas. Mohon doanya semoga lancar," terangnya. (tos/ali)
Editor : Achmad Ulil Albab