GROBOGAN – Rekayasa lalu lintas selama penataan drainase dan trotoar Kota Purwodadi membuat tiga ruas jalan sementara diberlakukan dua arah.
Ketiganya yakni Jalan R. Suprapto, Jalan Sudirman, serta Jalan Gatot Subroto.
Bahkan kini, Jalan DI Panjaitan hingga Bundaran Ganesha juga diusulkan menerapkan skema serupa untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Kumala Enggar Anjarani mengatakan, usulan tersebut muncul dari masukan masyarakat setelah pelaksanaan Car Free Day (CFD) pada Minggu (11/10).
Warga berharap, jalur itu bisa menjadi alternatif bagi kendaraan dari arah Blora menuju Solo maupun sebaliknya.
“Ada masukan dari masyarakat terkait permintaan agar Jalan DI Panjaitan hingga Bundaran Ganesha dibuat dua arah. Masukan ini muncul setelah pelaksanaan Car Free Day kemarin,” ujarnya.
Menurut Kumala, kepadatan kendaraan dari arah utara menuju selatan kerap terjadi di Jalan A. Yani.
Antrean terutama terlihat di sekitar Pasar Induk Purwodadi hingga pertigaan Plendungan yang mengarah ke Jalan R. Suprapto.
Kondisi tersebut membuat usulan pembukaan jalur dua arah di Jalan DI Panjaitan hingga Bundaran Ganesha menjadi salah satu opsi yang perlu dipertimbangkan.
Jika memungkinkan diterapkan, jalur itu diharapkan dapat membagi arus kendaraan sehingga tidak seluruhnya bertumpu pada jalur utama kota.
“Harapan masyarakat, Jalan DI Panjaitan sampai Bundaran Ganesha itu dibuat dua arah untuk pengguna jalan dari Blora ke Solo atau sebaliknya. Namun, ini harus dikaji terlebih dahulu bersama Dinas Perhubungan dan Dinas PUPR Grobogan,” jelasnya.
AKP Kumala menegaskan, usulan tersebut belum bisa langsung diterapkan.
Kajian bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan diperlukan untuk memastikan pengaturan yang dipilih sesuai dengan kondisi jalan, keselamatan pengguna, serta kebutuhan arus kendaraan di pusat kota.
Sementara itu, pemberlakuan dua arah di Jalan R. Suprapto, Jalan Sudirman di sisi barat alun-alun, dan Jalan Gatot Subroto di depan pendapa menjadi bagian dari penyesuaian lalu lintas selama proyek penataan kota berlangsung.
Pengaturan tersebut diharapkan membantu mobilitas masyarakat di tengah pengerjaan infrastruktur.
Kepadatan kendaraan selama penataan kota menjadi tantangan tersendiri.
Sebab, PUPR Grobogan tengah mengerjakan sekitar delapan paket pekerjaan yang berdampak pada sembilan ruas jalan di wilayah perkotaan.
Pengerjaan sejumlah ruas secara bersamaan membuat ruang gerak kendaraan di beberapa titik menjadi terbatas.
Karena itu, Satlantas Polres Grobogan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengevaluasi rekayasa lalu lintas sesuai kondisi di lapangan.
Penataan Kota Purwodadi diperkirakan berlangsung hingga Desember mendatang.
Kumala mengimbau masyarakat memahami kondisi lalu lintas selama pengerjaan proyek berlangsung. Pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu dan arahan petugas serta memanfaatkan jalur alternatif untuk menghindari titik kepadatan.
“Kepadatan lalu lintas yang terjadi ini tidak bisa dihindari karena banyak proyek jalan yang sedang dilaksanakan. Di Kota Purwodadi ada sekitar delapan pekerjaan yang berdampak pada sembilan ruas jalan, sehingga kondisi ini juga perlu dimaklumi masyarakat,” pungkasnya. (int)
Editor : Intan Maylani Sabrina