GROBOGAN – Pembangunan infrastruktur desa menjadi salah satu sasaran utama program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Grobogan.
Kali ini, Desa Tlogotirto, Kecamatan Gabus, menjadi lokasi pelaksanaan program yang menggabungkan pembangunan fisik dengan berbagai kegiatan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo di lapangan Desa Tlogotirto, Selasa (13/10).
Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan desa.
Melalui TMMD, sinergi TNI bersama rakyat dan pemerintah diharapkan mampu mengoptimalkan potensi desa sekaligus menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“TMMD Sengkuyung telah menjadi bagian dalam upaya merawat, mengikat kebersamaan serta melestarikan kegotongroyongan untuk mengatasi persoalan-persoalan saat ini,” ungkapnya.
Mengusung tema TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.
Program ini tidak hanya diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial, meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, serta menumbuhkan semangat nasionalisme.
Pada sasaran fisik, TMMD Sengkuyung kali ini mencakup pengecoran jalan sepanjang 600 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 15 sentimeter.
"Pembangunan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga sekaligus menunjang aktivitas sehari-hari dan perekonomian masyarakat," jelasnya.
Selain pengecoran jalan, kegiatan juga meliputi rehabilitasi satu unit pos keamanan lingkungan (poskamling), rehabilitasi satu unit musala, serta pembangunan jamban bagi lima keluarga.
Sasaran tersebut menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses jalan hingga fasilitas keamanan dan sanitasi lingkungan.
Tak hanya pembangunan fisik, TMMD juga menyasar peningkatan kapasitas dan kesejahteraan warga melalui kegiatan nonfisik.
Sejumlah agenda disiapkan, di antaranya sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara oleh TNI, penyuluhan administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta edukasi kesehatan untuk mencegah stunting.
Pelayanan pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas Wirosari juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Selain itu, program sosial mencakup pemberian bantuan sosial berupa paket sembako kepada 50 orang serta bantuan perlengkapan sekolah bagi 35 anak.
Kegiatan nonfisik lainnya meliputi penyuluhan keluarga berencana (KB) dan pelayanan kesehatan serta KB gratis.
"Berbagai kegiatan tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi warga, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, pendidikan, dan ketahanan keluarga," ungkap Sugeng.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembangunan yang dikerjakan, tetapi juga keterlibatan warga dalam menjaga dan memanfaatkan hasilnya.
“Teruslah berjuang membangun kesejahteraan masyarakat desa,” pesannya. (int)
Editor : Intan Maylani Sabrina