GROBOGAN – Sebanyak sepuluh pos jaga perlintasan sebidang kereta api dibangun di Kabupaten Grobogan pada 2026.
Dari jumlah tersebut, lima titik yang dibiayai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan telah rampung 100 persen dan beroperasi.
Sementara itu, empat titik lainnya masih menunggu pemasangan palang pintu.
Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Grobogan Ali Miftahul Muhdlor mengatakan, lima titik yang sudah beroperasi berada di Gebangan, Kecamatan Tegowanu; Tungu dan Latak, Kecamatan Godong; Tunggu, Kecamatan Penawangan; serta Banjarsari, Kecamatan Kradenan.
“Lima titik sudah 100 persen dan dioperasionalkan. Paketnya lengkap, mulai pos jaga, palang pintu, penerangan jalan umum (PJU), sampai rambu-rambu,” ujarnya.
Pembangunan lima titik tersebut menggunakan anggaran Pemkab Grobogan dengan nilai sekitar Rp 500 juta. Fasilitas yang dibangun mencakup pos jaga, palang pintu, PJU, dan rambu-rambu lalu lintas.
Sementara itu, empat pos jaga lainnya dibangun melalui program Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
Keempatnya berada di Sambung (Godong), Sedadi (Penawangan), Ledokdawan, dan Monggot (Geyer).
Meski bangunan pos jaga telah selesai, empat titik tersebut belum dapat dioperasionalkan. Karena menunggu pembangunan palang.
Palang pintu yang direncanakan menggunakan sistem semi otomatis itu belum tersedia untuk dipasang.
“Pos jaga sudah jadi, tetapi palang pintunya masih menunggu. Nantinya akan dijaga dari petugas PT KAI. Namun, untuk sementara ini, penjagaan masih dilakukan masyarakat setempat,” jelas Ali.
Selain pembangunan melalui program kementerian, terdapat tambahan satu titik di Desa Monggot dari Daerah Operasi (Daop) 6 PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Menurutnay, penyelesaian pembangunan pos jaga menjadi bagian dari upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.
Namun, kesiapan perangkat palang pintu dan petugas tetap diperlukan agar fasilitas pengamanan dapat berfungsi optimal. (int)
Editor : Intan Maylani Sabrina