MBG Prasmanan Diuji Coba di TK Dharma Wanita Tambirejo Grobogan

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:26 WIB
PRASMANAN: Murid TK Dharma Wanita 3 Tambirejo Kecamatan Toroh saat menyantap MBG prasmanan.  (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR PATI)
PRASMANAN: Murid TK Dharma Wanita 3 Tambirejo Kecamatan Toroh saat menyantap MBG prasmanan. (INTAN MAYLANI SABRINA/RADAR PATI)

GROBOGAN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan mulai diuji coba menggunakan sistem prasmanan.

Uji coba tahap awal dilakukan di TK Dharma Wanita 3 Tambirejo, Kecamatan Toroh.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grobogan Toroh Krangganharjo 2, Adi Kuncoro, mengatakan penerapan sistem tersebut masih menjadi percontohan.

Uji coba direncanakan berlangsung selama dua pekan.

Baca Juga: Tak Takut Mencoba, Dinar Ririn Melani jadi Duta GenRe Grobogan 2026

“Ini pelaksanaan kurang lebih dua pekan terlebih dahulu, untuk percobaan. Setelah dua pekan nanti akan ada evaluasi, apakah tetap berlanjut atau dihentikan,” kata Adi.

Sistem prasmanan diterapkan pada dua hingga tiga kelas. Siswa mengambil makanan yang telah disiapkan secara langsung, kemudian menyantapnya di sekolah.

Menurut Adi, sistem tersebut memiliki keunggulan karena pihak SPPG bisa memantau secara langsung makanan yang diambil siswa.

Petugas juga dapat melihat sisa makanan serta banyaknya makanan yang dikonsumsi.

“Kalau kelebihannya kita bisa lebih mengontrol langsung siswa-siswa. Sisanya masih berapa, terus dimakannya sedikit atau banyak,” jelasnya.

Namun, sistem prasmanan juga memiliki kekurangan. Proses tersebut membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pola distribusi biasa.

Hal ini menjadi pertimbangan ketika diterapkan pada jenjang pendidikan dengan jadwal pembelajaran yang lebih padat.

“Kalau TK masih bisa kita kendalikan atau waktunya masih terkondisikan. Tapi kalau SD, SMP, dan SMA memang sudah ada jam kurikulumnya,” ujarnya.

Di TK Dharma Wanita 3 Tambirejo terdapat 62 siswa penerima manfaat MBG. Selain siswa, empat guru turut menerima program tersebut sehingga total penerima manfaat mencapai 66 orang.

Proses pengambilan makanan secara prasmanan berlangsung kurang dari 10 menit. Sementara, waktu sejak makanan diterima hingga siswa selesai makan sekitar 30 menit.

“Kurang lebihnya dari penerimaan sampai selesai makan itu sekitaran 30 menit,” ungkap Adi.

Pelaksanaan MBG dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Para siswa kemudian menyelesaikan makan sekitar pukul 09.00 WIB.

Pada Rabu (7/10), menu yang disajikan terdiri atas nasi, telur asin, orek tahu tempe, tumis wortel, putren dan kacang panjang, serta buah jeruk.

Jarak antara SPPG dan sekolah juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan sistem prasmanan.

Adi menyebut distribusi makanan dari SPPG menuju TK Dharma Wanita 3 Tambirejo hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit.

“Jadi kita mendistribusikan yang jaraknya terjangkau,” imbuhnya.

Setelah uji coba di jenjang TK, SPPG Krangganharjo 2 berencana melanjutkan pilot project ke jenjang SD. SDN 1 Tambirejo dipilih sebagai lokasi berikutnya dengan menerapkan sistem prasmanan pada dua kelas.

Uji coba di SD tersebut akan menjadi pembanding untuk melihat efektivitas sistem prasmanan pada siswa yang memiliki jadwal belajar lebih terstruktur.

Evaluasi juga akan mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan sejak makanan diterima hingga siswa selesai makan.

Adi menjelaskan, pilot project tersebut bukan sekadar inisiatif lokal. SPPG mendapat penunjukan dari pihak atasan melalui surat perintah untuk menjalankan uji coba sistem prasmanan.

Selain SPPG Krangganharjo 2, SPPG di wilayah Gubug juga melakukan uji coba sistem MBG prasmanan.

“Hasil uji coba selama dua pekan nantinya akan menjadi dasar evaluasi untuk menentukan apakah sistem prasmanan akan dilanjutkan atau tidak. Selain efektivitas distribusi, aspek waktu pelaksanaan di sekolah menjadi salah satu pertimbangan utama,” pungkas Adi. (int)

 

Editor : Abdul Rochim
MBG Grobogan SPPG Grobogan MBG prasmanan TK Dharma Wanita 3 Tambirejo Makan Bergizi Gratis