GROBOGAN – Penebangan pohon dalam proyek penataan trotoar dan drainase di sejumlah ruas jalan Kota Purwodadi ternyata tidak mencapai 800 pohon.
Dari total 803 pohon yang masuk dalam pekerjaan, kurang lebih 615 pohon menjadi sasaran penebangan.
Sekretaris Dinas PUPR Grobogan Erry Subagyo mengatakan, angka tersebut merupakan hasil pengurangan dari total lebih dari 803 pohon yang terdata.
Di antaranya sebanyak 188 pohon di ruas Jalan S. Parman dan Jalan A. Yani tidak masuk dalam daftar penebangan.
Dengan demikian, jumlah pohon yang ditebang menjadi kurang lebih 615 pohon.
"Totalnya kalau yang dipotong ini karena ada pengurangan yang separuh, terakhir sekitar 615 pohon," kata Erry.
Data tersebut mencakup delapan paket pekerjaan penataan trotoar dan drainase di Kota Purwodadi.
Jumlah pohon terbanyak berada pada paket Jalan S. Parman dan Jalan A. Yani sebanyak 188 pohon, disusul Jalan D.I. Panjaitan 227 pohon dan Jalan Siswamiharja 140 pohon.
Selanjutnya, Jalan Kapten Tendean terdapat 146 pohon, Jalan Sudirman 29 pohon, Jalan Bhayangkara 43 pohon, Jalan KS Tubun 14 pohon, serta Jalan Gatot Subroto 16 pohon.
Dari total 803 pohon tersebut, 188 pohon di S. Parman dan A. Yani dikurangi dari rencana penebangan sehingga tersisa 615 pohon.
Erry menjelaskan, penebangan bukan dilakukan semata-mata untuk penataan trotoar. Kondisi drainase yang ada menjadi salah satu pertimbangan utama.
Berdasarkan hasil survei dan investigasi konsultan, dimensi drainase saat ini dinilai sudah tidak memadai, baik dari sisi lebar maupun kedalamannya.
Selain itu, akar pohon yang berada di sepanjang jalan juga telah merusak konstruksi trotoar.
Akar tersebut membuat permukaan trotoar pecah dan miring sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Yang kedua kondisi drainase yang ada dari pohon-pohon jalan itu, akar yang di permukaan menyerang bagian permukaan trotoar sehingga pecah, miring, sehingga tidak layak untuk digunakan dan berbahaya," jelasnya.
Tidak hanya merusak trotoar, akar pohon juga menerobos konstruksi drainase lama. Akar bahkan melintang di saluran dan menyebabkan aliran air terganggu.
Karena itu, solusi yang direkomendasikan konsultan adalah memperlebar saluran sekaligus mengganti konstruksi drainase lama dengan precast beton U-ditch dan box culvert.
Konsekuensinya, sejumlah pohon yang akarnya sudah berada di area saluran tidak bisa dipertahankan.
Jika akar dipotong sebagian untuk memberi ruang bagi drainase, pohon dinilai menjadi tidak stabil dan berisiko tumbang.
"Kalau akarnya dipotong separuh, pohon juga tidak stabil. Walaupun dipotong separuh pasti berisiko ambruk. Itu bahaya sehingga mau tidak mau kita harus mengganti," terang Erry.
Sebagai pengganti, pohon yang ditebang tidak hanya diganti dengan bibit kecil. Dinas PUPR menyiapkan pohon dengan ukuran cukup besar, berdiameter sekitar 15-20 sentimeter hingga 25 sentimeter.
Jenis pohon yang disiapkan antara lain pule. Sementara di kawasan depan SMPN 1 dan SMPN 6 Purwodadi, akan ditanam pohon tabebuya agar ketika berbunga memberikan suasana berbeda di kawasan pendidikan tersebut.
Erry menyebut pertumbuhan pohon pengganti diharapkan relatif cepat. Dalam waktu sekitar satu tahun hingga satu setengah tahun, pohon baru tersebut ditargetkan sudah mulai rimbun.
"Jadi tidak hanya menanam bibit, tapi mengganti pohon. Harapannya setahun sudah bisa rimbun lagi," ujarnya.
Di sisi lain, pengerjaan proyek juga masih menghadapi kendala utilitas, terutama kabel listrik, internet dan jaringan telekomunikasi.
Beberapa titik penebangan masih harus menunggu koordinasi dengan PLN karena membutuhkan pemadaman aliran listrik demi keselamatan pekerja.
Di Jalan Siswamiharja, misalnya, masih terdapat titik yang menunggu koordinasi dengan PLN.
Sementara pekerjaan di Jalan Kapten Tendean disebut sudah selesai. Jalan D.I. Panjaitan juga masih dalam proses pengerjaan.
Erry mengatakan koordinasi dengan pemilik jaringan utilitas terus dilakukan melalui forum komunikasi bersama.
Ke depan, Pemkab Grobogan juga mengkaji penyediaan ruang khusus atau ducting untuk jaringan utilitas agar persoalan kabel tidak kembali menghambat pekerjaan infrastruktur.
Untuk pekerjaan konstruksi secara keseluruhan, proyek ditargetkan rampung pada 27-28 Desember 2026.
Namun, Pemkab Grobogan mendorong pekerjaan sejumlah jalur utama bisa lebih cepat sehingga dapat kembali dilalui sebelum Natal.
"Targetnya 27 dan 28 Desember. Insyaallah bisa lebih cepat, sehingga nanti saat Natal suasananya sudah baru semua," kata Erry.
Sebelumnya, Dinas PUPR juga telah berkoordinasi dengan Satlantas terkait pembukaan jalur secara bertahap.
Jalur-jalur utama diupayakan sudah bisa dilewati sekitar pertengahan Desember, dengan pekerjaan yang tersisa berupa finishing. (Int)
Editor : Intan Maylani Sabrina