GROBOGAN – Pelaksanaan car free day (CFD) di Jalan R. Suprapto, Purwodadi, tetap berjalan meski ruas tersebut mulai Kamis (1/10/2026) diberlakukan sementara dua arah.
Kepastian itu menjadi salah satu pembahasan dalam forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) terkait rekayasa lalu lintas di kawasan perkotaan.
Kabid Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan Kabupaten Grobogan, Hapi Nugrah Suspantara, mengatakan perubahan arus lalu lintas tidak membuat CFD dipindahkan dari Jalan R. Suprapto.
“CFD tetap berjalan setiap Minggu. Lokasinya juga tetap di Jalan R. Suprapto selama masa rekayasa lalu lintas dua arah,” kata Hapi.
Dijelaskan, CFD tetap digelar setiap Minggu mulai pukul 06.00 hingga 09.00.
Kegiatan selama tiga jam tersebut dipertahankan sebagai bentuk dukungan Pemkab Grobogan terhadap pengembangan UMKM dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, pengaturan khusus akan diterapkan selama CFD berlangsung. Kendaraan yang hendak masuk ke Kota Purwodadi akan dikondisikan menggunakan jalur lain selain Jalan R. Suprapto selama tiga jam kegiatan.
“Jadi, saat CFD berlangsung, kendaraan yang akan masuk kota akan diarahkan melalui jalur lain. Ini supaya kegiatan CFD tetap bisa berjalan, sekaligus arus kendaraan tetap bisa diatur,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, aktivitas warga dan pelaku UMKM tetap dapat berlangsung di Jalan R. Suprapto.
Sementara kendaraan yang membutuhkan akses menuju pusat kota diarahkan melalui jalur alternatif selama CFD.
Di luar jam CFD, Jalan R. Suprapto mulai Kamis (1/10/2026) diberlakukan sementara menjadi dua arah.
Rekayasa ini dilakukan seiring pengerjaan penataan drainase dan trotoar di sejumlah ruas jalan perkotaan Purwodadi.
Hapi menyebut Dishub telah menyiapkan sejumlah sarana untuk mendukung perubahan pola arus tersebut. Salah satunya pemasangan traffic light di persimpangan empat Kominfo sisi utara.
Selain itu, rambu larangan di persimpangan empat Diskominfo, persimpangan empat Kencana, serta persimpangan empat Alun-alun/Laris akan ditutup sementara.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar pergerakan kendaraan dapat mengikuti pola lalu lintas baru.
“Kami juga menyiapkan barikade di beberapa titik, kemudian rambu dan banner penunjuk arah. Penataan parkir di sepanjang Jalan R. Suprapto juga akan dilakukan supaya ruang jalan tidak terganggu,” ujarnya.
Perubahan pola lalu lintas tersebut juga berdampak pada fasilitas jalur sepeda.
Selama Jalan R. Suprapto digunakan untuk arus kendaraan dua arah, jalur sepeda untuk sementara tidak dapat digunakan.
“Karena ruang jalan sementara harus digunakan untuk mengakomodasi arus dari dua arah, jalur sepeda belum bisa digunakan selama rekayasa ini,” terang Hapi.
Sosialisasi kepada masyarakat juga disiapkan. Rabu (30/9/2026), pihak terkait akan melakukan sosialisasi sekaligus pengecekan kesiapan sarana dan prasarana sebelum pemberlakuan dua arah pada Kamis.
Hapi mengatakan masyarakat perlu memperhatikan perubahan rambu dan petunjuk arah yang dipasang di sejumlah titik. Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas ketika melintas di kawasan tersebut.
“Yang paling penting masyarakat mengikuti rambu dan petunjuk yang sudah disiapkan. Nanti kondisi di lapangan juga terus kami pantau dan evaluasi,” katanya.
Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Grobogan menjadi leading sector dalam penataan kawasan tersebut.
Rekayasa lalu lintas dilakukan untuk menyesuaikan mobilitas masyarakat dengan pekerjaan fisik yang berlangsung.
Selama pengerjaan berlangsung, koordinasi antarinstansi dilakukan untuk menjaga kelancaran lalu lintas.
Perubahan arus di Jalan R. Suprapto menjadi dua arah menjadi salah satu skema yang disiapkan agar mobilitas masyarakat tetap berjalan di tengah pekerjaan penataan kawasan. (int)
Editor : Intan Maylani Sabrina