World Cleanup Day di Grobogan, 62,3 Ton Sampah Terkumpul

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 14:29 WIB
WCD: Aksi World Cleanup Day (WCD) yang dilakukan di sejumlah titik.
WCD: Aksi World Cleanup Day (WCD) yang dilakukan di sejumlah titik.

GROBOGAN – Aksi bersih-bersih dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026 di Kabupaten Grobogan berhasil mengumpulkan sampah dalam jumlah cukup besar.

Dari rangkaian kegiatan yang berlangsung Minggu (20/9) hingga Jumat (25/9), total sampah yang terkumpul mencapai 62,3 ton.

Volume sampah paling banyak dikumpulkan pada aksi serentak Jumat (25/9).

Dalam sehari, sampah yang berhasil diangkut mencapai 48,2 ton.

Jumlah tersebut menjadi bagian terbesar dari total sampah yang terkumpul selama rangkaian WCD di Grobogan.

Berdasarkan rekap DLH, pada Minggu (20/9) sampah yang terkumpul sebanyak 2,3 ton. Kemudian pada Senin (21/9) mencapai 4,6 ton dan Selasa (22/9) sebanyak 2,7 ton.

Selanjutnya, pada Kamis (24/9) petugas mengumpulkan 4,5 ton sampah.

Sementara pada Jumat (25/9), volume sampah melonjak hingga 48,2 ton. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Heru Dwi Cahyono mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan Nomor B/600.1.17.3/441/SETDA/2026 tentang Tindak Lanjut World Cleanup Day Indonesia Tahun 2026.

DLH bersama jajaran Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Persampahan Wilayah Timur, Tengah, dan Barat mengerahkan personel untuk membersihkan sejumlah titik yang membutuhkan penanganan kebersihan.

Pada Jumat (25/9), salah satu aksi dipusatkan di kawasan Taman Batas Kota Ngaringan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Heru Dwi Cahyono bersama Kepala Bidang Tata Lingkungan serta Kepala UPTD Persampahan Kelas A Wilayah Timur Eko Priharyono.

Petugas menyasar sampah liar di sekitar taman, membersihkan saluran drainase, memangkas rumput liar, serta menata kawasan taman.

Penanganan dilakukan agar kawasan perbatasan kota tersebut terlihat lebih bersih, rapi, dan asri.

Aksi serupa dilakukan UPTD Persampahan Wilayah Tengah. Karyawan dan tenaga kebersihan diterjunkan untuk membersihkan lingkungan sekitar kantor, termasuk halaman, saluran pembuangan air, dan kawasan di sekitarnya.

Sementara itu, jajaran UPTD Persampahan Wilayah Barat juga menggelar aksi bersih-bersih di sejumlah titik.

Lokasinya meliputi halaman dan lingkungan Kantor DLH, Tempat Penampungan Sementara (TPS) Godong, serta TPS Gubug.

Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak sekadar mengumpulkan sampah.

Sampah yang terkumpul juga langsung dipilah menjadi tiga kategori, yakni sampah organik, anorganik atau yang dapat didaur ulang, dan residu.

Pemilahan tersebut menjadi bagian penting dalam pengelolaan sampah karena dilakukan sejak dari sumber.

Dengan begitu, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipisahkan dari sampah yang memang harus masuk dalam penanganan akhir.

Melalui momentum WCD 2026, DLH mendorong masyarakat untuk tidak menjadikan aksi bersih-bersih sebagai kegiatan sesaat.

Kesadaran menjaga kebersihan lingkungan perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah dari rumah.

Besarnya sampah yang terkumpul selama rangkaian WCD sekaligus menunjukkan bahwa persoalan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. 

Pemerintah daerah, petugas kebersihan, serta masyarakat perlu bergerak bersama agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan dan lingkungan Grobogan tetap bersih, sehat, serta asri. (int)

Editor : Intan Maylani Sabrina
wcd sampah grobogan