21 Sekolah Grobogan Belum Terima BOSP, Disdik Ungkap Penyebabnya

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 08:12 WIB
(Sekretaris Disdik Grobogan Suprojo)
(Sekretaris Disdik Grobogan Suprojo)

GROBOGAN– Penyaluran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahap 2 di Kabupaten Grobogan belum berlangsung serentak.

Sebanyak 21 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP masih tercatat belum mendapatkan penyaluran, meski saat ini seluruh sekolah disebut telah memenuhi persyaratan.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan Suprojo mengatakan, penyaluran BOSP tahap 2 terbagi menjadi empat gelombang.

Pada gelombang pertama, sebanyak 790 SD dan 122 SMP telah mendapatkan salur.

Total dana yang disalurkan pada gelombang tersebut mencapai Rp 48.838.348.914 untuk jenjang SD dan Rp 20.515.031.379 untuk SMP.

Selanjutnya, pada gelombang kedua terdapat tiga SD dan tiga SMP yang telah mendapatkan penyaluran. Masing-masing total penyaluran mencapai Rp220.850.753 untuk SD dan Rp177.545.000 untuk SMP.

"Gelombang pertama terdapat 790 SD dan 122 SMP yang telah mendapatkan salur. Sedangkan gelombang kedua terdapat tiga SD dan tiga SMP," kata Suprojo.

Jika digabungkan, total BOSP tahap 2 yang telah disalurkan melalui dua gelombang tersebut mencapai sekitar Rp 69,75 miliar.

Sementara itu, pada gelombang ketiga masih terdapat 10 SD dan sembilan SMP yang belum salur. Kemudian pada gelombang keempat terdapat dua SMP yang juga belum mendapatkan penyaluran.

Suprojo menjelaskan, perbedaan jadwal penyaluran tersebut berkaitan dengan proses penarikan data oleh Kementerian Pendidikan yang menjadi dasar penyaluran BOSP.

"Bagi satdik yang belum salur, kemungkinan saat kementerian pendidikan menarik data untuk dasar salur, waktunya menarik data kami tidak tahu, masih ada yang belum terpenuhi sehingga jadwal salurnya berbeda-beda," jelasnya.

Menurutnya, saat ini seluruh satuan pendidikan di Grobogan telah memenuhi persyaratan untuk penyaluran BOSP tahap 2.

Adapun syarat tersebut meliputi realisasi BOSP tahap 1 minimal 50 persen dan penutupan Buku Kas Umum (BKU) hingga Juni 2026.

"Apabila syarat tersebut terpenuhi maka sudah bisa salur tahap 2. Yang pasti saat ini semua satdik di Grobogan sudah memenuhi syarat salur tahap 2," ujarnya.

Disdik Grobogan belum dapat memastikan kapan seluruh BOSP tahap 2 akan tersalurkan. Sebab, jadwal penyaluran mengikuti mekanisme dan proses penarikan data yang dilakukan pemerintah pusat. (int)

Editor : Intan Maylani Sabrina
BOSP grobogan sekolah