GROBOGAN – Kekeringan di Kabupaten Grobogan semakin meluas. Hingga Rabu (9/9/2026), sebanyak 94 desa di 19 kecamatan tercatat mengalami kekeringan.
Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih warga kian mendesak.
Ketua PMI Kabupaten Grobogan Mohamad Sumarsono mengatakan, PMI terus menggencarkan distribusi air bersih ke wilayah yang terdampak.
Hingga saat ini, PMI Grobogan telah menyalurkan 960.000 liter air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sampai saat ini, PMI telah mendistribusikan 960.000 liter air bersih kepada 29.824 jiwa atau 8.737 kepala keluarga.
Ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen PMI untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan,” kata Sumarsono.
Bantuan tersebut telah menjangkau 29.824 jiwa yang tersebar di 14 kecamatan dan 71 desa. Penerima bantuan terdiri dari 14.084 laki-laki dan 15.440 perempuan, dengan total 8.737 KK.
Menurut Sumarsono, distribusi air bersih menjadi salah satu langkah PMI untuk membantu warga, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai mengering dan kebutuhan air semakin meningkat.
“Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Grobogan tentu menjadi perhatian kita bersama. PMI akan terus berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih,” ujarnya.
Menurutnya, distribusi tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Grobogan Nomor 100.3.3.2/418/2026 tanggal 30 April 2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Penanganan Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Grobogan.
Untuk mendukung penyaluran, PMI Grobogan mengerahkan dua unit truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Armada tersebut digunakan secara bergantian maupun bersamaan untuk menyuplai air ke desa-desa yang membutuhkan.
Sumarsono menegaskan, PMI masih akan memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Koordinasi dengan Pemkab Grobogan dan pihak terkait juga terus dilakukan agar bantuan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan.
“Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait agar distribusi air bersih dapat dilakukan secara tepat sasaran. Harapan kami, bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan,” jelasnya.
Kepala Markas PMI Grobogan Djasman bersama tim di lapangan terus melakukan koordinasi untuk memastikan kebutuhan air bersih di masing-masing wilayah dapat terpetakan dengan baik.
“PMI Grobogan akan terus berkomitmen membantu Pemerintah Kabupaten Grobogan dalam menyalurkan air bersih. Distribusi akan terus dilakukan sesuai kondisi di lapangan,” tambahnya.
Dengan jumlah wilayah terdampak yang terus bertambah, PMI memastikan penyaluran air bersih akan tetap dilakukan sesuai kebutuhan.
Setiap bantuan diharapkan mampu meringankan beban warga yang kini harus menghadapi sulitnya mendapatkan air bersih. (int)
Editor : Editor