Air IPA Lusi Berbau dan Keruh Direktur PDAM Grobogan Langsung Cek Lokasi Tambahan Produksi 20 Liter

Sirojul Munir • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:22 WIB
CEK IPA Lusi – Direktur Perumdam Purwa Tirta Dharma Grobogan Nasirul Umam meninjau langsung kondisi IPA Lusi di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Senin malam (7/9).
CEK IPA Lusi – Direktur Perumdam Purwa Tirta Dharma Grobogan Nasirul Umam meninjau langsung kondisi IPA Lusi di Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Senin malam (7/9).

 

GROBOGAN – Kualitas air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lusi di Kuripan, Kecamatan Purwodadi, dikeluhkan sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Purwa Tirta Dharma Grobogan. Air yang mengalir ke rumah warga disebut berbau dan terlihat keruh.

Keluhan itu salah satunya disampaikan Nugroho, warga yang tinggal tak jauh dari IPA Lusi. Dia mengaku baru menyadari kondisi tersebut sekitar dua hari setelah menguras bak kamar mandi.

“Setelah dikuras, kondisi air di bak kamar mandi cepat berlumpur sehingga terlihat pekat. Selain itu, setelah menggunakan air, ketika mengusap muka, tangan terasa bau,” kata Nugroho.

Dia kemudian mengecek sumber bau tersebut. Setelah diperiksa, bau ternyata berasal dari air yang berada di bak kamar mandi.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya. Mereka mengaku air yang diterima tidak hanya tampak keruh, tetapi juga menimbulkan bau.

Meski kualitas air dikeluhkan, warga mengakui tekanan air saat ini justru lebih deras dibandingkan sebelumnya.

“Namun, air mengalir lebih deras saat ini ketimbang sebelumnya,” ujar salah seorang warga.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur baru Perumda Air Minum Purwa Tirta Dharma Grobogan Nasirul Umam langsung melakukan pengecekan ke IPA Lusi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kualitas air sekaligus mencari penyebab munculnya bau dan endapan.

Nasirul menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan penambahan jumlah pompa untuk meningkatkan tekanan sekaligus produksi air. Saat pompa ditambah, kerak atau endapan di dalam sistem ikut terbawa aliran.

”Ketika pompa yang dihidupkan ditambah, keraknya semakin banyak sehingga hasil air kurang bagus. Karena itu langsung kami cek dan pantau,” ujarnya.

Menurut Nasirul, proses penguraian dilakukan dua kali sehari atau setiap 12 jam. Pemantauan juga terus dilakukan untuk memastikan proses pengolahan air berjalan optimal.

Saat ini, IPA Lusi mendapat tambahan produksi sekitar 20 liter per detik. Namun, peningkatan produksi tersebut juga harus dibarengi pemeriksaan terhadap jaringan distribusi.

“Kami juga ingin mengecek jaringan distribusi, apakah ada yang bocor,” jelasnya.

Dia berharap persoalan jaringan dapat segera ditangani. Dengan begitu, tambahan produksi dari IPA Lusi bisa semakin mendukung pelayanan air bersih, terutama untuk wilayah Sambak dan sekitarnya.

Nasirul menambahkan, Perumda tetap berproduksi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Hanya saja, sejumlah wilayah di bagian timur Grobogan masih menghadapi keterbatasan debit.

Wilayah tersebut rata-rata masih mengandalkan sumber mata air, salah satunya Sendang Coyo.

“Di wilayah timur rata-rata masih memakai air sumberan, seperti mata air Sendang Coyo. Kami bisa memberikan pelayanan, tetapi debitnya memang masih kurang,” katanya.

Di sisi lain, keberadaan IPA Lusi dinilai membantu memperbaiki distribusi air di kawasan perkotaan. Sejumlah wilayah yang sebelumnya mendapat pembatasan jam pelayanan kini sudah bisa menikmati aliran air selama 24 jam.

“Awalnya di sana hanya malam hidup, sekarang bisa 24 jam. Ada beberapa wilayah tertentu yang sebelumnya dibatasi jam operasionalnya, sekarang sudah bisa 24 jam,” pungkasnya.(mun)

 

Editor : Abdul Rochim
Perumdam Purwa Tirta Dharma Grobogan Direktur Perumdam Purwa Tirta Dharma Grobogan Nasirul Umam IPA Lusi Purwodadi BUMD Grobogan Pelayanan Pelanggan