Jalingkut Grobogan Paling Banyak Lubang Jalan, 106 Segmen Kini Dibongkar

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 00:42 WIB
PERBAIKAN: Pengerjaan penggantian beton di sepanjang Jalan Lingkar Utara Grobogan terus dikebut.
PERBAIKAN: Pengerjaan penggantian beton di sepanjang Jalan Lingkar Utara Grobogan terus dikebut.

GROBOGAN – Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Purwodadi menjadi salah satu ruas jalan yang mendapat perhatian serius dalam penanganan kerusakan jalan di Kabupaten Grobogan.

Bukan tanpa alasan. Data per 29 Agustus mencatat ada 45 lubang jalan yang tersebar di wilayah Grobogan, dengan temuan terbanyak berada di Jalingkut. 

Kondisi tersebut kini mulai ditangani melalui penggantian beton pada sejumlah titik.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kabupaten Grobogan BPJ Wilayah Purwodadi, Wimas Radit Sumbodo, mengatakan penanganan Jalingkut bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah dengan nilai kontrak sekitar Rp 1,8 miliar.

“Untuk Jalingkut ada beberapa spot yang ditangani. Total ada 106 segmen yang dibongkar dan diganti,” ujar Radit.

Pekerjaan tidak dilakukan di sepanjang ruas Jalingkut, melainkan menyasar titik-titik beton yang mengalami kerusakan.

Salah satunya berada di depan lampu lalu lintas Putat, sekitar KM 58+800. Di titik ini terdapat tiga segmen yang ditangani.

Berikutnya di depan Kafe Maharani-Perdana, sekitar KM 59+250, dengan 49 segmen. 

Penanganan juga dilakukan di bawah pohon mindik teaptnya sekitar KM 59+300, terdapat perbaikan 41 segmen.

Sementara di kawasan Siaga Utama sekitar KM 62+272, terdapat 16 segmen yang ditangani pada sisi kanan dan kiri jalan.

"Pengerjaan kini sudah berjalan. Beton rigid yang rusak dibongkar, kemudian diganti dengan beton baru," imbuhnya.

Hingga saat ini, 25 segmen sudah selesai dicor, sedangkan sebagian lainnya masih menunggu umur beton sebelum dapat dilalui.

“Sudah mulai pengerjaan, bongkar rigid. Yang sudah dicor ada 25 segmen, sebagian tinggal menunggu umur,” jelasnya.

Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 112 hari. 

Meski begitu, Radit memastikan sejauh ini pengerjaan berjalan lancar dan belum menemui kendala berarti.

"Dulu kendalanya banyak kendaraan besar yang melintas. Namun, ini kan per 31 Agustus 2026 Jalingkut sudah mulai tutup total, sehingga mempercepat pengerjaan," jelasnya.

Selain Jalingkut, perbaikan juga segera menyasar sejumlah ruas jalan provinsi lainnya di Grobogan.

Di ruas Purwodadi-Solo arah Geyer, tepatnya di kawasan Letter S Dusun Mojolegi, Desa Bandungharjo, Kecamatan Toroh, akan dilakukan penanganan sepanjang sekitar 100 meter pada satu sisi jalan. Pekerjaan ini bernilai sekitar Rp 390 juta.

Ruas Wirosari-Sulursari arah Kuwu juga mendapat penanganan berupa overlay sepanjang sekitar 600 meter, dengan nilai kontrak sekitar Rp 1,6 miliar.

Tak hanya badan jalan, persoalan drainase turut menjadi perhatian. Di Bundaran Nglejok, akan dibangun saluran baru sepanjang sekitar 200 meter dengan anggaran sekitar Rp 390 juta.

Saluran tersebut dibangun karena sebelumnya belum tersedia saluran di lokasi. Pengerjaannya akan dilakukan dengan membongkar bagian trotoar.

“Ini sudah kontrak semua. Tinggal pengerjaan,” katanya. (int)

Editor : Admin
jalingkut rabat beton grobogan