Alumni SMKN 2 Purwodadi Salurkan 22.500 Liter Air Bersih ke Warga Kenteng

Sirojul Munir • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 17:20 WIB
DROPING AIR BERSIH – Warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh antri mengambil air bersih bantuan dari organisasi ikatan alumni SMK N 2 Purwodadi, Senin (31/8)
DROPING AIR BERSIH – Warga Desa Kenteng, Kecamatan Toroh antri mengambil air bersih bantuan dari organisasi ikatan alumni SMK N 2 Purwodadi, Senin (31/8)

 GROBOGAN –  Ikatan Alumni SMKN 2 Purwodadi menyalurkan bantuan air bersih menyasar warga Dusun Domas, Desa Kenteng, Kecamatan Toroh.

Sebanyak 22.500 liter air bersih disalurkan menggunakan lima armada truk, Senin (31/8)

Ketua Umum Ikatan Alumni SMKN 2 Purwodadi Muhammad Saeroji mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian alumni terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan.

Menurut dia, air merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Karena itu, ketika warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, pihaknya merasa perlu ikut membantu.

"Kebutuhan air adalah kebutuhan dasar hidup manusia. Karena itu, Ikatan Alumni SMKN 2 Purwodadi tergerak untuk berkolaborasi dengan melibatkan sekolah dalam kegiatan bakti sosial air bersih," ujarnya.

Saeroji menambahkan, kegiatan sosial tersebut tidak hanya dilakukan sekali. Penyaluran air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau, menyesuaikan donasi yang berhasil dihimpun.

"Semangat kami adalah memberikan bakti sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari warga.

Ketua RT 03 RW 10 Dusun Domas, Sukamto, mengatakan distribusi air bersih sangat membantu warga setempat.

Dia menyampaikan terima kasih kepada Ikatan Alumni SMKN 2 Purwodadi dan pihak sekolah yang telah memberikan perhatian kepada warga yang terdampak kekeringan.

Sukamto mengungkapkan, sebelum mendapatkan bantuan air bersih, warga harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak Juni hingga Agustus.

"Biasanya warga membeli air satu kali dalam sepekan. Untuk satu toren harganya sekitar Rp60 ribu dan digunakan untuk kebutuhan selama satu pekan," ungkapnya.

Beban warga semakin berat karena kekeringan tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan air rumah tangga, tetapi juga sektor pertanian. Tanaman jagung yang ditanam warga mengalami penurunan hasil panen cukup signifikan.

"Akibat kekeringan, warga tidak bisa panen maksimal. Tanaman jagung yang ditanam hanya bisa panen sekitar 25 persen," jelasnya.

Karena itu, Sukamto berharap pemerintah daerah turut membantu masyarakat terdampak kekeringan, khususnya melalui distribusi air bersih secara berkala.

"Kami berharap pemerintah daerah bisa membantu warga dengan dropping air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan," harapnya.

Sementara itu, Humas SMKN 2 Purwodadi Sunardi memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diinisiasi Ikatan Alumni SMKN 2 Purwodadi tersebut.

Menurut dia, kepedulian alumni menunjukkan kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya saat musim kemarau panjang seperti tahun ini.

"Kami mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Ikatan Alumni SMKN 2 Purwodadi. Mereka peka terhadap kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan air bersih saat musim kemarau," ujarnya.

Sunardi menyebut kegiatan berbagi air bersih tersebut telah dilakukan di sejumlah wilayah Grobogan. Hingga kini, penyaluran telah menjangkau enam kecamatan dan 16 desa. Total ada 112.500 liter air bersih di salurkan.

Dia berharap bantuan tersebut bisa meringankan beban warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kami berharap kegiatan ini bisa membantu warga yang mengalami kekurangan air bersih dalam kehidupan sehari-hari," tandasnya. (mun)

 

Editor : Support
droping air bersih SMK N 2 Purwodadi ikatan alumni smk n 2 purwodadi desa kenteng kecamatan toroh