GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan resmi menerima alokasi dana hibah Program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) senilai Rp 107.116.800.000 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Dana tersebut akan diarahkan untuk memperkuat penanganan persoalan sampah dari hulu hingga hilir.
Penyerahan hibah dilakukan secara simbolis di Balai Tawang Arum, Kompleks Balai Kota Solo, Jumat (28/8/2026).
Grobogan menjadi salah satu dari empat daerah di Jawa Tengah yang terpilih sebagai penerima Program LSDP periode 2026–2030.
Selain Grobogan, daerah penerima lainnya yakni Kota Surakarta, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Brebes.
Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada Komisi II DPR RI dan Kemendagri yang telah memberikan kepercayaan kepada Grobogan untuk menjadi salah satu daerah penerima program tersebut.
Menurutnya, Pemkab Grobogan siap menyukseskan Program LSDP secara penuh, tidak sebatas memenuhi kesiapan administrasi.
"Kami siap mendukung serta menyukseskan pelaksanaan Program LSDP dengan penuh komitmen, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga pengawasan dan evaluasi program," ujar Setyo Hadi.
Ia menegaskan, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur persampahan, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Grobogan.
"Program ini bukan sekadar program pembangunan infrastruktur persampahan. Melainkan bagaimana kita mengubah cara mengelola sampah, dari pola lama yaitu 'kumpul, angkut, buang' menjadi 'pilah, olah, produk, dan jual'," tegasnya.
Grobogan sendiri berhasil masuk jajaran 30 besar daerah terbaik dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia yang mengikuti proses seleksi Program LSDP.
Hibah tersebut diberikan secara multiyears selama lima tahun, yakni periode 2026-2030. Penyalurannya menggunakan skema reimbursement dan performance based grant.
Skema tersebut membuat dukungan pembiayaan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendorong kinerja pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan persampahan.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Grobogan menyiapkan lima fokus utama. Pertama, penataan kelembagaan. Kedua, penguatan layanan persampahan dari hulu.
Ketiga, pembangunan sarana dan prasarana. Keempat, pembiayaan yang berkelanjutan. Kelima, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Setyo Hadi menegaskan, keberhasilan program sangat bergantung pada perubahan pola pengelolaan sampah sekaligus keterlibatan masyarakat.
"Pada kesempatan yang baik ini, kami menyampaikan satu komitmen bahwa Kabupaten Grobogan siap melaksanakan Program LSDP. Bukan hanya siap secara administrasi, tetapi kami siap bekerja, siap berubah, dan siap membuktikan hasilnya," katanya.
Dengan dukungan hibah tersebut, Pemkab Grobogan berharap persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan dapat ditangani secara lebih terintegrasi.
Pengelolaan tidak lagi semata berfokus pada bagaimana sampah dibuang, tetapi bagaimana sampah dipilah, diolah, memiliki nilai ekonomi, hingga menghasilkan produk yang dapat dijual.
Pemkab Grobogan juga menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait selama pelaksanaan program, termasuk dalam memperoleh petunjuk dan pendampingan agar implementasi LSDP berjalan sesuai target.
"Harapannya agar program ini dapat dilaksanakan secara baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Grobogan," pungkas Setyo Hadi. (int)
Editor : Admin