Dinas Pendidikan Grobogan Punya 3 Inovasi Digital Baru, Ini Fungsinya

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:50 WIB
LAUNCHING: Disdik Grobogan saat launching tiga inovasi digital di Aula Disdik Grobogan, Jumat (21/8).
LAUNCHING: Disdik Grobogan saat launching tiga inovasi digital di Aula Disdik Grobogan, Jumat (21/8).

GROBOGAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Grobogan terus mendorong pembenahan layanan pendidikan melalui inovasi. Terbaru, tiga program inovatif diluncurkan, yakni Gemari Menu Ibuku, Pintar TKA, dan Si Cendikia.

Kepala Dinas Pendidikan Grobogan Purnyomo mengatakan, inovasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan di lapangan, baik dalam peningkatan literasi siswa, kesiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA), maupun percepatan layanan administrasi bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Ini bagian dari upaya kami untuk terus melakukan inovasi. Harapannya layanan semakin mudah, cepat, efektif, dan memberikan manfaat bagi guru maupun peserta didik,” kata Purnyomo.

Salah satu inovasi yang diluncurkan yakni Gemari Menu Ibuku (Gerakan Bersama Murid Menulis Buku).

Program tersebut merupakan pengembangan dari gerakan literasi yang sebelumnya lebih banyak menyasar guru untuk menghasilkan karya buku.

Kini, sasaran program diperluas kepada murid. Para siswa didorong untuk menghasilkan karya tulis dengan pendampingan guru, mulai dari proses penulisan hingga pengiriman naskah.

“Dulu sasarannya guru yang menulis buku, sekarang murid didampingi Asosiasi Guru Penulis Grobogan (AGPG),” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, Disdik menyiapkan pelatihan pendampingan, termasuk tata cara pengiriman naskah. Ribuan karya siswa ditargetkan dapat dihimpun dalam gerakan tersebut.

Program Gemari Menu Ibuku juga diproyeksikan mencatatkan rekor MURI pada 2 Mei 2026.

Inovasi berikutnya yakni Pintar TKA. Platform ini dirancang untuk membantu siswa dan sekolah dalam mempersiapkan serta mengevaluasi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik.

Pintar TKA mengintegrasikan nilai, tes, analisis, hingga rekap hasil TKA. Dengan sistem tersebut, sekolah diharapkan dapat mengetahui kemampuan siswa secara lebih terukur dan menjadikannya sebagai dasar evaluasi pembelajaran.

Sementara itu, Si Cendikia (Sistem Cepat Efektif Nonstop Digital Informasi Kenaikan Gaji Berkala ASN) hadir untuk memangkas proses administrasi kenaikan gaji berkala pegawai.

Purnyomo menyebut inovasi tersebut lahir dari persoalan administrasi yang selama ini masih dihadapi pegawai, terutama dalam penataan dokumen.

“Dulu setiap mau naik pangkat, berkasnya hilang. Kami berinisiatif membuat inovasi agar administrasinya lebih tertata dan prosesnya lebih cepat,” ungkapnya.

Tiga inovasi tersebut menambah daftar terobosan yang telah dikembangkan Dinas Pendidikan Grobogan.

Sebelumnya terdapat Si Cerdas, yakni Sistem Cuti Elektronik Dinas Pendidikan yang mempermudah dan mempercepat pengajuan cuti pegawai secara daring.

Kemudian Gulung ATS, Sistem Informasi Analisis dan Pelaporan Gerakan Layanan Langsung Anak Tidak Sekolah. Inovasi ini digunakan untuk mendukung penanganan anak yang tidak sekolah maupun putus sekolah.

Ada pula Jelas Bos, berupa juklat dan e-book pelaporan sistem BOS yang dibuat untuk mempermudah transparansi serta meningkatkan akurasi pelaporan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Menurut Purnyomo, Jelas Bos diharapkan mampu menekan kesalahan dalam pengelolaan dan pelaporan dana BOS sehingga potensi temuan pemeriksaan dapat diminimalkan.

“Dulu sering kali ada temuan BPK. Dengan adanya inovasi ini kami berharap temuan semakin kecil, bahkan tidak ada,” jelasnya.

Di bidang literasi, Dinas Pendidikan juga mengembangkan GEMARUSA MENUKU (Gemar Usa Menulis Buku).

Purnyomo menyebut capaian literasi meningkat dari 52,10 persen menjadi 82,45 persen, atau naik 30,35 persen.

Capaian numerasi juga meningkat dari 41,30 persen menjadi 73,10 persen, atau naik 31,80 persen. Kemudian kualitas pembelajaran meningkat dari 51,20 persen menjadi 67,30 persen, atau bertambah 16,10 persen.

Peningkatan signifikan juga terjadi pada pemanfaatan platform digital. Capaian tersebut melonjak dari 24,10 persen menjadi 91,40 persen, atau meningkat 67,30 persen.

Tak hanya melalui inovasi layanan, pembenahan juga dilakukan dalam manajemen sekolah dan sumber daya manusia.

Dinas Pendidikan Grobogan telah mengangkat total 505 kepala sekolah baru secara transparan untuk mengatasi persoalan kekosongan jabatan serta pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah yang berlangsung bertahun-tahun.

Pengangkatan tersebut mencakup 359 kepala sekolah pada 2023, serta pengangkatan kepala sekolah dari unsur PNS dan PPPK pada 2024.

Di sisi lain, sebanyak 6.009 guru honorer telah diangkat menjadi PPPK. Pengangkatan tersebut diperjuangkan dengan mengedepankan objektivitas dan sistem berbasis merit.

Purnyomo menegaskan, berbagai inovasi dan pembenahan tersebut diarahkan untuk membangun layanan pendidikan yang tidak hanya mengandalkan program, tetapi juga mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi sekolah, guru, pegawai, dan peserta didik.

“Intinya bagaimana inovasi yang dibuat tidak berhenti sebagai aplikasi atau program saja, tetapi benar-benar memberikan kemudahan dan menyelesaikan persoalan di lapangan,” tandasnya. (int)

Editor : Admin
dinas pendidikan inovasi grobogan digital disdik grobogan