GROBOGAN – Penanaman modal asing (PMA) di Kabupaten Grobogan masih didominasi investor asal Tiongkok.
Negara tersebut menjadi penyumbang tambahan investasi terbesar dibandingkan negara-negara lain yang masuk dalam catatan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Grobogan pada semester I 2026.
Kepala DPMPTSP Grobogan Abdul Munib Susanto mengatakan, selain Tiongkok, sejumlah negara juga tercatat menanamkan modal di Grobogan.
Di antaranya Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, Belanda, India, dan Jepang.
Berdasarkan data DPMPTSP Grobogan, tambahan investasi dari Tiongkok mencapai sekitar Rp 444,77 miliar. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi dalam daftar investasi PMA.
“Investasi asing yang masuk ke Grobogan berasal dari beberapa negara. Tiongkok menjadi salah satu negara dengan nilai investasi yang cukup besar,” kata Abdul Munib.
Setelah Tiongkok, tambahan investasi terbesar berikutnya berasal dari Hong Kong yang mencapai sekitar Rp 84,96 miliar.
Kemudian Singapura sekitar Rp 68,40 miliar dan Korea Selatan sekitar Rp 20,43 miliar.
Sementara itu, investasi dari Belanda tercatat sekitar Rp 678,81 juta. Kemudian India sekitar Rp 432,26 juta dan Jepang sekitar Rp 76,06 juta.
Besarnya investasi dari Tiongkok membuat negara tersebut menjadi sorotan dalam perkembangan PMA di Grobogan.
Masuknya modal asing ini tidak hanya berkaitan dengan nilai investasi, tetapi juga berpotensi mendorong aktivitas usaha dan membuka lapangan pekerjaan di daerah.
Dalam data PMA semester I 2026, DPMPTSP Grobogan mencatat 14 nomor induk berusaha (NIB) dan 29 proyek.
Aktivitas investasi tersebut tercatat melibatkan 4.546 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan dua tenaga kerja asing (TKA).
Abdul Munib mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Pelayanan perizinan juga terus didorong agar investor memperoleh kemudahan dan kepastian dalam menjalankan kegiatan usahanya.
“Harapannya, investasi yang masuk tidak hanya tercatat dari sisi nilai, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja masyarakat Grobogan,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap tren tersebut terus berlanjut dan semakin banyak investor yang melihat Grobogan sebagai daerah yang potensial untuk pengembangan usaha. (int)
Editor : Admin