GROBOGAN – Pemkab Grobogan menargetkan penambahan jalan mantap sekitar 31,9 kilometer melalui program peningkatan jalan kabupaten yang dibiayai pinjaman daerah tahun anggaran 2026.
Program tersebut dijalankan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan dengan total 25 paket pekerjaan. Pagu anggaran yang disiapkan mencapai Rp 101,240 miliar.
Sekretaris Dinas PUPR Grobogan Erry mengatakan, penanganan puluhan ruas jalan tersebut diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kondisi jalan mantap sekitar 3,427 persen.
“Targetnya memberikan kontribusi peningkatan jalan mantap sekitar 32,3 kilometer atau 3,427 persen,” kata Erry.
Pada akhir 2025, persentase jalan mantap di Kabupaten Grobogan tercatat sebesar 82,725 persen. Kondisi tersebut dihitung dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai 942,389 kilometer.
Melalui program peningkatan jalan yang dibiayai pinjaman daerah tersebut, sekitar 31,9 kilometer jalan akan mendapatkan penanganan.
Tambahan panjang jalan tersebut diharapkan ikut meningkatkan persentase jalan mantap di Kabupaten Grobogan.
Diungkapkan, dari total 25 paket pekerjaan, sebanyak 19 paket telah masuk tahap kontrak. Nilai kontrak 19 paket tersebut mencapai Rp 73,265 miliar, dengan total pagu Rp 76,955 miliar.
“Kontrak 19 paket Rp73,265 miliar dengan pagu Rp76,955 miliar,” ujarnya.
Sebanyak 17 paket telah dikontrakkan pada 30 Juli 2026. Sementara dua paket lainnya menyusul setelah melewati proses sanggah, masing-masing pada 5 dan 6 Agustus 2026.
Adapun enam paket lainnya belum masuk tahap kontrak dan akan dilakukan tender ulang atau retender.
"Proses retender dijadwalkan pada 20 Agustus 2026 dengan total pagu Rp 24,285 miliar," imbuhnya.
Enam paket tersebut masing-masing memiliki pagu Rp 4,404 miliar, Rp 4,974 miliar, Rp 4,546 miliar, Rp 3,399 miliar, Rp 3,601 miliar, dan Rp 3,361 miliar.
Erry menjelaskan, pekerjaan peningkatan jalan tersebut tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Grobogan. Salah satu ruas yang ditangani yakni Kuwu-Dumpil sepanjang sekitar 1,4 kilometer.
Ruas Kuwu-Dumpil sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena kondisi jalan yang rusak. Saat ini, paket pekerjaan untuk ruas tersebut telah masuk kontrak.
“Yang sempat viral sudah terlaksana kontraknya, seperti Kuwu-Dumpil 1,4 kilometer. Selain Kuwu-Dumpil, penanganan juga mencakup ruas Pandanharum-Dawung hingga Ngombak-Prigi," imbuhnya.
Pekerjaan peningkatan jalan tersebut memiliki lebar yang bervariasi, sekitar 4 hingga 4,5 meter. Sementara ketebalan konstruksi jalan mencapai sekitar 20 sentimeter.
Dengan penanganan tersebut, Pemkab Grobogan berharap peningkatan kualitas jalan dapat dirasakan di sejumlah wilayah, sekaligus memperluas jaringan jalan yang masuk kategori mantap.
Di sisi lain, dari paket pekerjaan yang telah dikontrakkan masih terdapat sisa pagu anggaran sekitar Rp 3,690 miliar.
Dinas PUPR berharap sisa anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk menambah panjang penanganan pada masing-masing paket pekerjaan.
Namun, penggunaan sisa anggaran tersebut tetap menyesuaikan ketentuan dan regulasi yang berlaku.
“Masih ada sisa pagu setelah kontrak sebesar Rp 3,690 miliar. Kalau regulasinya bisa, kami berharap bisa dipergunakan untuk menambah panjang jalan di masing-masing paket,” jelas Erry.
Terkait skema pembiayaan, Erry mengatakan pinjaman daerah tersebut tidak langsung dihitung bunganya secara keseluruhan sejak awal. Perhitungan bunga kredit dilakukan berdasarkan waktu pencairan masing-masing paket pekerjaan.
“Pinjaman kita (bunga) dihitung sejak pengambilan per paket. Bunga kredit dihitung saat pencairan per paket,” tandasnya. (int)
Editor : Admin