GROBOGAN – SD Negeri Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, tidak sekadar mendapat perbaikan pada bangunan yang rusak.
Sekolah tersebut kini dibangun kembali secara menyeluruh melalui Bantuan Presiden dengan nilai proyek yang diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar.
Pembangunan dilakukan setelah sejumlah bangunan sekolah mengalami kerusakan berat.
Saat ini, proses pengerjaan mulai memasuki tahap pemasangan rangka atap setelah bangunan lama yang rusak dibongkar.
Baca Juga: Siswa Terus Susut, 40 SD Grobogan Berpotensi Digabung
Guru SDN Tanggirejo Zaenal mengatakan, sekolah sebelumnya telah diusulkan mendapatkan bantuan rehabilitasi melalui program revitalisasi.
Namun, dalam prosesnya, sekolah justru memperoleh Bantuan Presiden sehingga pembangunan ditangani langsung oleh pemerintah pusat.
“SDN Tanggirejo sebenarnya sudah diusulkan lewat program revitalisasi. Tetapi kemudian mendapat Bantuan Presiden sehingga pembangunan langsung ditangani pemerintah pusat,” ujarnya.
Menurut Zaenal, bantuan tersebut disalurkan melalui pemerintah pusat dengan pelaksanaan berada di bawah koordinasi Sekretariat Kabinet (Seskab). Pihak sekolah tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran maupun pelaksanaan proyek.
“Pelaksanaannya langsung dari pemerintah pusat. Sekolah nantinya tinggal menerima hasil pembangunan yang sudah selesai,” jelasnya.
Pembangunan tidak hanya menyasar ruang kelas yang mengalami kerusakan paling parah. Tiga ruang kelas yang sebelumnya ambruk kini dibangun kembali secara total. Pekerjaan meliputi penggantian pintu, jendela, lantai hingga atap.
Deretan tiga ruang kelas yang menghadap ke selatan serta ruang guru juga mendapatkan penggantian atap secara keseluruhan.
“Yang paling parah memang tiga ruang kelas yang ambruk. Semua dibangun kembali, termasuk pintu, jendela, lantai, dan atapnya,” katanya.
Sejumlah fasilitas penunjang turut dibenahi. Toilet sekolah diperbaiki, sedangkan ruang perpustakaan direnovasi dan untuk sementara dimanfaatkan sebagai ruang guru selama pembangunan berlangsung.
Proyek tersebut juga mencakup pembangunan satu ruang baru yang nantinya difungsikan sebagai laboratorium. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan pembelajaran siswa setelah pembangunan selesai.
Zaenal memperkirakan nilai keseluruhan proyek pembangunan SDN Tanggirejo mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
Seluruh pendanaan berasal dari pemerintah pusat dan pihak sekolah tidak terlibat dalam pengelolaan anggaran.
“Dari keseluruhan pembangunan nilainya diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar. Dananya langsung dari pemerintah pusat, sedangkan pelaksanaannya dilakukan oleh pihak yang telah ditunjuk,” ungkapnya.
Dengan pembangunan tersebut, SDN Tanggirejo tidak hanya mendapatkan perbaikan terhadap bangunan yang rusak, tetapi juga peningkatan sejumlah fasilitas sekolah.
Setelah proyek rampung, sekolah diharapkan memiliki sarana pembelajaran yang lebih layak dan mendukung aktivitas belajar mengajar siswa. (mun)
Editor : Abdul Rochim