Pendapatan PDAM Grobogan Cetak Rekor, Tembus Rp 2,943 Miliar dalam Sebulan

Intan Maylani Sabrina • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 19:49 WIB

BERSIHKAN LUMPUR – Petugas dari Perumdam Purwa Tirta Dharma melakukan pebersihan lumpur di IPA II Sambak. (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)
BERSIHKAN LUMPUR – Petugas dari Perumdam Purwa Tirta Dharma melakukan pebersihan lumpur di IPA II Sambak. (SIROJUL MUNIR/RADAR PATI)

GROBOGAN– Perumdam Purwa Tirta Dharma (PDAM) Grobogan mencatat sejarah baru. Pendapatan perusahaan daerah tersebut pada Juli 2026 diproyeksi mencapai Rp 2,943 miliar atau menjadi yang tertinggi sejak PDAM Grobogan berdiri.

Plt Direktur Perumdam Purwa Tirta Dharma Grobogan, Heru Dwi Cahyono, mengatakan capaian itu berdasarkan nilai tagihan rekening air pelanggan untuk pemakaian Juli 2026 yang mulai ditagihkan pada Agustus ini.

Menurutnya, angka tersebut belum pernah dicapai pada periode sebelumnya.

"Ini rekor tertinggi sepanjang PDAM berdiri, mencapai Rp 2,943 miliar. Sebelumnya belum pernah mencapai angka itu. Nantinya angka tersebut akan ditagihkan kepada pelanggan karena pembayaran dilakukan pada Agustus," ujarnya.

Heru menjelaskan, tren pendapatan PDAM Grobogan memang terus mengalami peningkatan dalam beberapa bulan terakhir.

Pada Mei 2026 pendapatan tercatat sebesar Rp 2,890 miliar, kemudian pada Juni 2026 sedikit turun menjadi Rp 2,850 miliar, sebelum akhirnya melonjak menjadi Rp 2,943 miliar pada Juli.

Menurutnya, kenaikan tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah pembenahan internal yang dilakukan perusahaan.

Salah satunya dengan menekan angka Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air yang selama ini menjadi tantangan bagi perusahaan penyedia air minum.

"Dampaknya dari penurunan NRW atau air yang terbuang. Kami meminimalisir NRW sehingga air yang sampai ke masyarakat bisa ditagihkan. Selain itu juga karena penggantian water meter yang hilang akibat tangan-tangan usil," katanya.

Dengan berkurangnya kehilangan air, volume air yang berhasil didistribusikan kepada pelanggan dapat tercatat sebagai air berekening sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan perusahaan.

Meski telah mencetak rekor baru, Heru mengaku belum puas. Ia menargetkan pendapatan PDAM Grobogan bisa menembus angka Rp 3 miliar pada bulan berikutnya.

Ia optimistis target tersebut realistis untuk dicapai, terlebih apabila pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Lusi telah beroperasi. Sehingga kapasitas produksi dan layanan kepada pelanggan dapat meningkat.

"Bulan depan kami targetkan bisa mencapai Rp 3 miliar. Apalagi nanti kalau IPA Lusi sudah jadi, pendapatan tentu berpotensi naik lagi," ungkapnya.

Heru menambahkan, sebenarnya terdapat cara yang lebih cepat untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, yakni melalui penyesuaian tarif air.

Namun opsi tersebut belum menjadi pilihan karena tarif air PDAM Grobogan masih mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Ia mengungkapkan, tarif tertinggi yang saat ini diberlakukan sebesar Rp 4.200 per meter kubik masih berada di bawah tarif batas bawah yang direkomendasikan pemerintah, yakni Rp 4.250 per meter kubik.

"Tarif kita sebenarnya masih di bawah yang disyaratkan dalam keputusan Gubernur. Tarif tertinggi kami Rp 4.200 per meter kubik. Selain itu juga ada klasifikasi tarif, mulai dari sosial, rumah tangga, niaga, industri hingga tarif khusus," pungkasnya. (int)

Editor : Admin
pdam grobogan Perumdam